Hindari Penumpukan dan Calo, SMK Negeri 1 Waingapu Buka Penerimaan Siswa Baru Secara Online
Apolonia Matilde June 19, 2026 07:19 AM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Waingapu, Kabupaten Sumba Timur telah membuka seleksi penerimaan siswa baru. Tahun ini kali kedua proses penerimaan siswa baru dilakukan secara online.

Ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru, Yonathan Jefferson Djara, kepada Pos Kupang, Kamis (18/6/2026), mengatakan, sistem penerimaan online itu dikembangkan sendiri oleh SMK Negeri 1 Waingapu. 

Sistem ini dibuat untuk mengurangi penumpukan pendaftar yang datang langsung ke sekolah.

Selain itu, sistem ini, lanjut dia, dibuat untuk menghindari praktik percaloan dalam penerimaan siswa baru.

“Proses penerimaan siswa baru tahun ini dilakukan secara online. Sistem ini kami kembangkan sendiri dengan tujuan untuk mengurangi penumpukan pendaftar di sekolah,” katanya.

Siswa dan orang tua, kata dia, kini tidak lagi harus datang langsung ke sekolah. Mereka cukup mendaftar melalui portal online yang telah disediakan.

“Orang tua tidak perlu cape untuk antre mendaftar, tetapi mereka bisa daftar dari rumah. Selesai mendaftar baru ke sekolah untuk melakukan verifikasi faktual dan pencetakan bukti pendaftaran,” jelasnya.

Hingga Kamis (18/6), lanjut dia, kuota siswa baru telah terisi sekitar 80 persen dari kuota 288 siswa yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

“Semoga dalam waktu dekat ke depan, penerimaan calon siswa baru terpenuhi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini sekolah tersebut memiliki lima jurusan.

Kelimanya adalah jurusan pemasaran, akuntansi dan keuangan lembaga, manajemen perkantoran dan layanan bisnis, usaha layanan pariwisata dan perhotelan.

“Sejauh ini ada lima jurusan,” sebutnya.

Siswa yang telah menamatkan pendidikan di SMK ini, akan memperoleh dua ijazah. 

Pertama, ijazah yang menyatakan telah menyelesaikan pendidikan menengah, kedua ijazah atau sertifikat kompetensi keahlian.

“Ijazah yang menyatakan dia selesai melaksanakan tugasnya sebagai siswa, dan akan ada sertifikat LSP atau lembaga sertifikasi profesi,” jelasnya.

Dalam sertifikat itu nantinya, dituliskan keterangan mengenai kompetensi siswa sesuai jurusan atau keahliannya.

Proses sertifikasi ini kata Yonathan, dilaksanakan melalui kerja sama dengan LSP dari SMK Negeri 1 Kupang yang bertindak sebagai asesor. (dim)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.