TRIBUNJAKARTA.COM - Sejumlah harga pangan di Jakarta mengalami kenaikan pada Jumat (19/6/2026).
Beberapa harga komoditas pangan yang naik dibandingkan Kamis 18 Juni 2026 yakni beras, cabai merah keriting dan bawang merah.
Namun terdapat sejumlah harga pangan yang mengalami penurunan diantaranya cabai rawit hijau.
Data itu berdasarkan laman Informasi Pangan Jakarta (IPJ) yakni infopangan.jakarta.go.id pada Jumat (19/6/2026).
Diketahui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Jakarta telah menjadi pilot project pada tahun 2013.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis difokuskan pada diseminasi informasi harga bahan pangan strategis yaitu komoditas pangan yang dikonsumsi masyarakat secara luas atau memiliki bobot kontribusi inflasi yang tinggi.
Pemilihan PIHPS Jakarta sebagai pilot project tidak terlepas dari peran penting wilayah DKI Jakarta sebagai barometer dalam menjaga stabilitas harga.
Adapun program pengembangan PIHPS Jakarta tersebut didukung oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta yang antara lain beranggotakan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, PD Pasar Jaya, dan Bank Indonesia.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menyusul kenaikan harga beberapa komoditas pangan, terutama kelompok bumbu dapur antara lain bawang putih dan cabai.
Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemprov DKI akan melakukan intervensi pasar, memperkuat distribusi pangan, hingga menggandeng sejumlah BUMN dan BUMD pangan guna memastikan harga tetap terkendali dan pasokan aman.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan strategis.
Menurut Ratu, salah satu langkah yang akan dilakukan Pemprov DKI adalah menggelar operasi pasar untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan.
Selain itu, distribusi pangan ke pasar-pasar rakyat juga akan diperkuat agar pasokan tetap lancar dan tidak memicu lonjakan harga yang lebih tinggi.
“Kami akan memperkuat koordinasi melalui TPID untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan. Intervensi akan dilakukan melalui operasi pasar serta penguatan distribusi komoditas ke pasar-pasar rakyat agar pasokan tetap lancar dan harga dapat segera terkendali,” ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (15/6/2026).