BGN Hentikan Akses untuk Pembukaan SPPG Baru, Libur Sekolah Tak Ada MBG: Bisa Efisiensi Insentif
Listusista Anggeng Rasmi June 19, 2026 08:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghentikan akses pembukaan dapur baru melalui sistem digital yang selama ini digunakan mitra.

Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Menurut Agustina, pihaknya kini telah menutup Portal Mitra yang sebelumnya menjadi jalur utama bagi calon mitra untuk mengajukan pendirian Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) baru.

"Ada beberapa aplikasi yang digunakan di BGN, ya, ada Portal Mitra. Kami sudah tutup. Jadi, Portal Mitranya kami tutup. Artinya, tidak ada lagi orang yang bisa mengakses untuk dapur baru," ungkap Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Penutupan akses tersebut disebut sebagai bagian dari upaya penataan dan penguatan tata kelola program MBG yang saat ini tengah menjadi perhatian publik.

Selain menghentikan pembukaan dapur baru, BGN juga menerapkan sistem pengawasan operasional yang lebih ketat dan berbasis teknologi.

Agustina menjelaskan bahwa seluruh aktivitas SPPG dapat dipantau secara otomatis melalui sistem tanpa harus selalu mengirim petugas ke lapangan.

Sistem tersebut juga akan diterapkan selama masa libur sekolah yang berlangsung selama 18 hari, mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Dalam periode tersebut, BGN memastikan tidak akan menyalurkan dana operasional melalui akun virtual yang biasa digunakan oleh setiap SPPG.

NASIB PROGRAM MBG - Ilustrasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG. (Dok./Biro Hukum dan Humas)

Baca juga: Pengusaha Dapur MBG Meradang, Tak Terima Program Andalan Presiden Prabowo Disetop saat Libur Sekolah

"Virtual account-nya tidak kami kirimi. Jadi, supaya memang tidak bisa operasional. Karena uangnya tidak kami top up. Nah, itu cara-cara kami," ucap dia.

Lebih lanjut, Agustina menegaskan bahwa penghentian pengiriman dana ke akun virtual secara otomatis akan membuat dapur MBG tidak dapat menjalankan kegiatan operasionalnya.

"Jadi, tidak perlu pengawasan kita harus datang, itu tidak perlu. Jadi, dengan kita tidak mengirimkan top up di dalam virtual account, itu otomatis SPPG tidak bisa beroperasi," imbuh dia.

Baca juga: Wapres Gibran Punya Ide untuk Program MBG, Akui Akan Lebih Efektif Jika Libatkan Kantin Sekolah

DAPUR MBG - Ilustrasi Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) di daerah. SPPG di Kabupaten Bandung Barat kena suspend BGN karena pengelolanya joget dapat Rp 6 juta per hari.
DAPUR MBG - Ilustrasi Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) di daerah. SPPG di Kabupaten Bandung Barat kena suspend BGN karena pengelolanya joget dapat Rp 6 juta per hari. (Dok./Kementerian PPN/Bappenas)

Penghentian MBG saat Libur Sekolah

Penghentian MBG selama libur sekolah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur.

Sari mengeklaim, pihaknya dapat melakukan efisiensi insentif sebesar Rp 3 triliun karena tidak mendistribusikan MBG saat libur sekolah.

"Maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG itu sebesar Rp 3.004.560.000.000. Lumayan angkanya," ucap dia.

Jika dulu MBG tetap diberikan pada saat Ramadhan dan libur sekolah dengan sistem bundling, kini kebijakan tersebut sudah tidak lagi digunakan.

Momentum liburan sekolah ini disebut Sari menjadi waktu yang tepat bagi BGN untuk melakukan tata kelola dan penataan MBG di bawah kepemimpinan yang baru.

(TribunNewsmaker.com/ Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.