Dengan adanya tambahan waktu tiga menit yang dijamin pada setiap babak di setiap pertandingan Piala Dunia 2026, salah satu dari dua penyiar asal Inggris memutuskan untuk memanfaatkan jeda tersebut dengan cara yang berguna.
Banyak penonton yang menyaksikan kemenangan Inggris atas Kroasia pada hari Rabu mungkin untuk pertama kalinya merasakan tidak hanya jeda hidrasi wajib yang kini menjadi ciri khas turnamen tersebut, tetapi juga tampilan papan tulis di pinggir studio ITV yang berlokasi di Brooklyn, New York.
Salah satu pakar yang memberikan wawasan berharga bagi pemirsa ITV musim panas ini adalah mantan manajer tim wanita Chelsea, Emma Hayes, yang kini menjabat sebagai pelatih kepala Tim Nasional Wanita Amerika Serikat.
Hayes dikenal sebagai pelatih yang juga seorang pendidik sejati—seorang analis yang memahami bahwa pengetahuan tanpa kemampuan menyampaikannya hanya akan menjadi kebisingan. Menjelaskan apa yang terjadi di lapangan, sering kali secara langsung, adalah keterampilan yang dimiliki banyak orang, namun hanya sedikit yang dapat menyampaikannya dengan efektif.
Selama jeda hidrasi dalam pertandingan Inggris dan juga laga berikutnya antara Ghana dan Panama, Hayes menggunakan kapur di papan tulis untuk menjelaskan elemen mendasar dari permainan. Gaya analisisnya yang mendalam merupakan pilihan sadar, dan papan tulis studio pun tampak seperti mendapat pelajaran khusus.
Dalam wawancaranya dengan FourFourTwo pada tahun 2021, Hayes menjelaskan bahwa pandangan analitis sudah menjadi bagian alami dari dirinya dan mengungkapkan bahwa keterlibatannya di saluran televisi komersial utama Inggris itu telah membantu membawa pembahasan taktik sepak bola ke audiens yang lebih luas.
“Saya tidak memikirkannya!” ujar Hayes kepada FourFourTwo. “Dan saya tidak menyadari betapa besar... ITV itu! Saya tidak menyadari betapa banyak orang yang benar-benar menonton.”
“Saya tidak terlalu sadar akan hal itu, saya hanya tahu bahwa saya menyukai menonton sepak bola dan meneliti permainan ini. Memberikan wawasan adalah hal yang alami bagi saya karena saya melakukannya setiap hari. Saya hanya berusaha melakukannya seolah saya sedang berbicara dengan ibu saya di ruang tamu.”
“Saya ingin melakukannya seperti sedang mengajar ibu saya — dan saya benar-benar melakukannya! Ia sering memberitahu saya tentang hal itu. Jadi saya akan tampil di layar dan berkata, ‘Bu, hari ini saya akan berbicara tentang pemain ini, saya ingin Ibu memperhatikan hal-hal ini dan lihat bagaimana dia bermain’.”
“Sejujurnya, jumlah wanita yang lebih tua yang datang menemui saya — sungguh luar biasa.”
Hayes membawa level analisisnya lebih dalam dibandingkan rekan-rekannya. Keahliannya yang nyata bukanlah sekadar candaan ringan atau komentar pedas seperti yang disukai sebagian penonton, melainkan menghasilkan segmen yang mendorong pemahaman taktis sepak bola ke tingkat yang lebih tinggi.
Dalam hal memilih pakar untuk turnamen besar, keseimbangan adalah kuncinya. Produser ITV tampaknya berhasil menemukan komposisi yang tepat musim panas ini, dan kecenderungan Hayes untuk melakukan analisis mendalam — serta kemampuannya menjelaskan hal rumit menjadi sederhana — menjadi bagian besar dari keberhasilan tersebut.
Apa pendapat Anda tentang analisis papan tulis Emma Hayes? Apakah Anda ingin mendapatkan penjelasan taktis di tengah pertandingan sebagaimana para pemain mendapatkannya dari pelatih mereka? Beri tahu kami!