TRIBUNNEWS.COM - Timnas Qatar kembali harus menelan pil pahit di Piala Dunia 2026. Wakil Asia tersebut dibantai Kanada dengan skor telak 0-6 pada laga kedua Grup B yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Jumat (19/6/2026) dini hari WIB.
Bermain di kandang lawan, The Maroons tak mampu mengimbangi agresivitas Kanada yang tampil dominan sejak awal pertandingan. Kekalahan itu membuat Qatar semakin sulit menjaga asa lolos ke babak 16 besar.
Tak hanya itu, hasil tersebut juga membuat rasa penasaran Qatar untuk meraih kemenangan pertama di Piala Dunia masih terus berlanjut sejak debut mereka pada edisi 2022.
Sebelumnya, pelatih kepala Kelompok Umur (KU) 16 Pandawa Football Academy (PFA) Sukoharjo, Muhammad Khoirullah, sempat memprediksi bahwa Jepang dan Korea Selatan menjadi dua tim Asia yang paling berpeluang berbicara banyak pada Piala Dunia 2026.
Sementara untuk Australia, Arab Saudi, dan Qatar, menurutnya, peluang mereka hanya sebatas bersaing di fase grup.
"Untuk tim Asia lain, Australia, Arab Saudi dan Qatar, saya kira peluangnya dia bisa berbicara di level grup saja," ujar Muhammad Khoirullah saat berbincang dengan Tribunnews, 11 Juni lalu.
Prediksi tersebut perlahan mulai terbukti. Sebab, hingga memasuki pertandingan kedua fase grup, Qatar masih kesulitan menunjukkan konsistensi permainan.
Sejatinya, Qatar sempat memberikan secercah harapan pada pertandingan pertama Grup B.
Mengutip FIFA, tim asuhan Julen Lopetegui itu berhasil menahan imbang Swiss yang lebih diunggulkan untuk lolos ke fase gugur.
Hasil tersebut sempat membuat publik menaruh harapan bahwa Qatar mampu berbicara lebih banyak pada Piala Dunia 2026.
Namun, saat berjumpa Kanada yang berstatus tuan rumah, Qatar seolah kehilangan sentuhan terbaiknya.
Baca juga: 6 Gol 2 Kartu Merah, Bintang Redup Juventus Hero Kanada Gulung Qatar di Piala Dunia 2026
Lini belakang mereka dengan mudah ditembus, sedangkan sektor serangan gagal memberikan ancaman berarti.
Enam gol tanpa balas yang dicetak Kanada membuat Qatar kini terpuruk di dasar klasemen sementara Grup B.
Posisi tersebut membuat peluang mereka menuju fase gugur semakin berat. Apalagi, persaingan di grup tersebut juga melibatkan Swiss yang sejak awal lebih diunggulkan.
Jika melihat kiprah mereka di Piala Dunia, hasil melawan Kanada seakan memperpanjang catatan minor yang sudah dimulai sejak edisi 2022.
Saat menjadi tuan rumah empat tahun lalu, Qatar gagal memetik satu kemenangan pun dan harus mengakhiri fase grup sebagai penghuni dasar klasemen.
Kini, situasi yang hampir serupa kembali membayangi The Maroons.
Bahkan, hingga pertandingan kedua Grup B Piala Dunia 2026, Qatar masih belum mampu memecahkan kebuntuan untuk meraih kemenangan pertama mereka di turnamen empat tahunan tersebut.
Padahal, hasil imbang melawan Swiss sempat memberikan optimisme bahwa mereka mampu mengakhiri kutukan tersebut.
Jika pada akhirnya Qatar kembali finis sebagai juru kunci Grup B, maka mereka akan mencatatkan dua edisi Piala Dunia secara beruntun sebagai penghuni dasar klasemen.
Artinya, sejak debut pada Piala Dunia 2022 hingga memasuki edisi 2026, kemenangan pertama di panggung terbesar sepak bola dunia masih menjadi teka-teki.
(Tribunnews.com/Niken)