UPDATE: BNPB Sebut Korban Meninggal Gempa M6,7 di Kabupaten Sigi Jadi 3 Orang
Anita K Wardhani June 19, 2026 09:34 AM

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal saat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) bertambah menjadi tiga orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari atau yang akrab disapa Aam mengatakan hal itu didasarkan hasil pendataan terbaru hingga Kamis (18/6/2026) pukul 13.51 WIB. 

Baca juga: Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Bumi, Bantuan untuk Korban Disalurkan

"Tiga korban meninggal dunia masing-masing berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, serta Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, dan satu korban lainnya yang telah terkonfirmasi dalam pendataan terbaru," kata Aam dalam Siaran Pers BNPB pada Kamis (18/6/2026).

"Selain itu, tercatat 17 orang mengalami luka berat dan 91 orang luka ringan, sementara 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa terdampak akibat bencana tersebut," lanjutnya. 

Aam mengatakan Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa tersebut berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan hasil asesmen lapangan.

Selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 1.652 unit rumah, yang terdiri dari 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat. 

GEMPA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Palu dan sekitarnya waspada setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tenggara ibu kota provinsi, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB. 
GEMPA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Palu dan sekitarnya waspada setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tenggara ibu kota provinsi, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB.  (HO/IST)

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dan sosial meliputi 42 rumah ibadah, 8 gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan BAPPERINDA, 13 bangunan sekolah, 2 rumah adat, serta 8 jaringan air bersih.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 703 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,2 dan terkecil 1,3 hingga Kamis (18/6/2026).

"Sebanyak 25 gempa susulan dilaporkan masih dirasakan masyarakat," kata Aam.

Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak tanggal kejadian dan menunjuk Wakil Bupati Sigi sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Darurat. 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah memproses penetapan status tanggap darurat tingkat provinsi.

Selain itu, kata Aam, personel TNI dan Polri turut membantu pembersihan puing bangunan, distribusi logistik, serta dukungan operasional di lapangan. 

Pemerintah daerah bersama BPBD dan berbagai pihak, lanjut dia, juga terus melakukan pendataan by name by address untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat sasaran.

"Dalam mendukung penanganan darurat, BNPB terus melakukan pendampingan kepada BPBD Kabupaten Sigi serta menyalurkan bantuan logistik berupa tiga unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 150 paket sembako, 150 lembar matras, 150 lembar selimut, dan 100 unit kasur lipat," kata dia.

Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 itu sebelumnya terjadi pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA dengan pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya di Kabupaten Parigi Moutong, pada kedalaman 10 kilometer. 

Gempa itu tidak berpotensi tsunami.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.