Profil Glory Harimas Sihombing, Tersangka Korupsi MBG Kordinator Balai Dewan Pakar Pilpres 2024
Array A Argus June 19, 2026 10:27 AM

TRIBUN-MEDAN.COM,- Glory Harimas Sihombing alias GHS, tersangka baru dalam kasus korupsi MBG (Makan Bergizi Gratis) tengah jadi sorotan, karena sepak terjangnya dalam dunia politik.

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu, Glory Harimas Sihombing menjadi koordinator Balai Dewan Pakar.

Balai Dewan Pakar adalah organisasi yang mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Balai Dewan Pakar pernah membuat buku 'Prabowo Sang Penerus'.

Baca juga: Harta Kekayaan Bupati Deli Serdang Naik Rp 955 Juta, Punya 29 Bidang Tanah dan Mobil Mewah Rp 1,7 M

Setelah ditetapkan sebagai tersangka keenam dalam kasus korupsi MBG, wajah Glory Harimas Sihombing terpampang di berbagai media nasional.

Ia terlihat menggunakan rompi merah muda, dengan tangan ditutupi map.

Tampak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibantu dua anggota TNI dari Marinir mengawal Glory menuju mobil tahanan.

Ketika sadar disorot kamera wartawan, Glory yang mengenakan stelan kemeja hitam dan celana hitam menundukkan kepalanya.

KORUPSI MBG - Ketua Yayasan Indonesia Food Security Riview Glory Harimas Sihombing ditetapkan sebagai tersangka ke-6 oleh Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi tata kelola MBG, Kamis (18/6/2026). (Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan)
KORUPSI MBG - Ketua Yayasan Indonesia Food Security Riview Glory Harimas Sihombing ditetapkan sebagai tersangka ke-6 oleh Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi tata kelola MBG, Kamis (18/6/2026). (Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan) (Tribunnews.com)

Baca juga: Profil Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, Akmil 2004 Jebolan US Army CGSC

Ia berusaha memalingkan wajah ketika terkena kilatan jepretan kamera jurnalis.

Lalu, seperti apa profil Glory Harimas Sihombing ini?

Profil Glory Harimas Sihombing

Glory Harimas Sihombing merupakan seorang investor dan profesional sustainability yang kini jadi tersangka korupsi MBG.

Dilihat dari laman LinkedIn miliknya, Glory Harimas Sihombing merupakan lulusan School of Life Science dan Teknologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan masa studi dari 2010 hingga 2014.

Baca juga: Profil Letkol Inf Agus Muchtadi Rangkuti, Eks Danyonif 100/PS Kini Jabat Dandim 0207/Simalungun

Ia berdomisili di Jakarta dan saat ini aktif sebagai Founding Partner di Global Green Capital serta Partner di Sustainability pada Global Founders Capital.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai Chief Executive Officer Carbon Offset Asia sejak Juni 2021.

Perjalanan Karier

Karier Glory Harimas Sihombing dimulai setelah ia menyelesaikan studi di ITB.

Beberapa sumber menyebutkan, bahwa Glory pertama kali bergabung dengan PT Rekan Usaha Mikro Anda sebagai tim Pengembangan Produk.

Baca juga: Profil Prof Saiful Anwar Matondang, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumut Pernah Diperiksa Kejati Sumut

Pada tahun 2015, ia menjabat sebagai Analis Akuisisi Nasional di PT Toyota Astra Financial Services hingga April 2016.

Selanjutnya, Glory bekerja di McKinsey & Company sebagai Consultant selama lebih dari satu tahun dari Maret 2016 hingga Mei 2017.

Setelah itu, ia bergabung dengan SYSTEMIQ Ltd. sebagai Associate dari Mei 2017 hingga Desember 2019 dengan durasi hampir tiga tahun.

Di akhir tahun 2019, Glory menjadi Kepala Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis di LinkAja selama sembilan bulan hingga Juli 2020.

Baca juga: Profil Lom Lom Suwondo, Wakil Bupati Deli Serdang Kader Gerindra yang Jadi Korban Teror Penembakan

Pada tahun 2020, menurut rilis Pemerintah Provinsi Bengkulu, Glory menjabat sebagai Direktur Konservasi di PT Agro Industri Nasional (Agrinas).

Dalam posisi tersebut, ia mewakili Agrinas dalam penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Selatan dan Sumatera Selatan mengenai pengembangan pertanian berkelanjutan serta ketahanan pangan nasional.

Peran dalam Politik dan Organisasi

Dalam Pemilihan Presiden 2024, Glory Harimas Sihombing berperan sebagai Koordinator di Balai Dewan Pakar, sebuah organisasi pendukung pasangan Prabowo-Gibran.

Balai Dewan Pakar mengusung semangat 'Prabowo Sang Penerus' dan menjadi salah satu wadah dukungan publik terhadap pasangan calon tersebut.

Baca juga: SOSOK dan Profil Mensos Gus Ipul jadi Sorotan saat Hadir di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan

Saat ini, Glory menjabat sebagai Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR), posisi yang membuatnya terkait langsung dengan kasus korupsi program MBG yang sedang diselidiki Kejaksaan Agung.

Pada 18 Juni 2026, Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Agung menetapkan Glory Harimas Sihombing sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi MBG.

Kutip Uang Dapur

Glory Harimas menjadi tersangka ke 6 yang memanfaatkan MBG untuk memperkaya diri.  

Glory Harimas terlibat dalam program MBG sebagai Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review. 

Tugas yayasan ini untuk mengawas kualitas makanan yang disantap anak-anak sekolah. 

Baca juga: PROFIL Luke Vickery dan Rekam Jejak Mitchell Baker Usai DPR Setujui Naturalisasinya Bela Timnas

Mereka meluncurkan kanal laman rewiewmbg.id untuk menerima laporan masyarakat terkait kualitas SPPG atau dapur MBG.

Namun akhirnya terkuak bahwa Glory turut mengutip uang ke dapur MBG dan disetro ke Dadan Hidayana yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.  

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, saudara GHS, dan berdasarkan dua alat bukti yang ada, maka tim penyidik menetapkan saudara GHS sebagai tersangka dalam perkara dimaksud," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, dalam konferensi pers di Kejagung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan perannya, Syarief mengatakan Glory selaku pihak swasta diminta oleh eks Kepala BGN Dadan Hindayana untuk mencari mitra-mitra yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca juga: Sosok, Profil, dan Biodata Wakil Bupati Indramayu Syaefudin jadi Tersangka Korupsi Rp18 Miliar

"GHS memberikan sejumlah mata uang baik dalam bentuk asing maupun rupiah kepada saudara DH," ujarnya.

Adapun lima tersangka lainnya adalah:

1. Dadan Hindayana: Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

2. Sony Sonjaya: Mantan Wakil Kepala BGN.

3. Lodewyk Pusung: Mantan Wakil Kepala BGN.

4. Asep Yusuf Somantri (AYS): Orang dekat Sony Sonjaya yang berperan sebagai pihak swasta. Ia diduga mengintervensi tim verifikator, mengatur titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), meloloskan pendaftar di portal yang sudah tutup, serta memberikan sejumlah uang (suap) kepada Sony.

5. Andri Mulyono (AM): Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (PT YAT). 
Perusahaannya merupakan penyedia pengadaan sepeda motor listrik. AM ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam markup (penggelembungan) harga pengadaan motor listrik senilai kurang lebih Rp 1 triliun.(tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.