4 Berita Populer Padang: Revitalisasi Pasar Raya, Pembangunan Ulang GOR Agus Salim dan Harga Emas
Rezi Azwar June 19, 2026 10:27 AM

Kemudian, terkait pembangunan ulang GOR Haji Agus Salim Padang. Sebagian pedagang mulai pindah ke kawasan yang berada di depan Kolam Renang Teratai.

Kemudian terkait penjualan jersey meningkat saat Piala Dunia 2026. Kemudian update harga emas mengalami penurunan di Kota Padang.

1. Revitalisasi Pasar Raya Padang Dimulai 22 Juni, Pedagang Bingung Cari Tempat Jualan Sementara

REVITALISASI PASAR RAYA - Pedagang kosmetik kaki lima bernama Arita (51) saat ditemui di komplek Merlin, Pasar Raya, Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis (18/6/2026). Pedagang mengaku mengeluh ketika revitalisasi Pasar Raya Padang dilakukan, tak tahu harus berjualan di mana. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Pemerintah Kota Padang akan melakukan revitalisasi Pasar Raya Padang yang berada di Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Namun, proses pembangunan ini berdampak pada aktivitas pedagang.

Revitalisasi pasar ini direncanakan akan dimulai pada 22 Juni 2026 untuk pembenahan infrastruktur hingga disiapkan menjadi destinasi wisata.

Untuk itu, sejumlah pedagang menyebut tak tahu tempat berjualan alternatif dan sebagian lainnya meminta pengerjaan proyek ditunda.

Pedagang kaki lima, Arita (51) mengaku sangat terdampak saat rencana proyek revitalisasi Pasar Raya Padang tersebut.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Raya Padang Tak Hanya Benahi Infrastruktur, Disiapkan Jadi Destinasi Wisata

Ia diketahui berjualan kosmetik di komplek Merlin, di samping gang Rajawali di Pasar Raya Padang.

"Iya, saya tentu mengeluh dengan adanya sebagai pedagang, karena namanya mencari makan di sini," kata dia saat memberikan keterangan, Kamis (18/6/2026).

Arita menyebut tidak terpikirkan lokasi untuk berjualan kembali, selama pengerjaan revitalisasi Pasar Raya Padang dilakukan.

Ia mengaku sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Raya Padang, saat bangunan Fase VII dipegang Stanza.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Raya Padang Siapkan Terminal Angkot Baru, Akses Pengunjung Dipermudah

"Saya sudah lama berjualan di Pasar Raya Padang, bahkan tidak dapat tempat di bangunan fase VII, padahal sudah berjualan di sana sejak lama. Untuk itu, barulah saya berjualan kaki lima di komplek Merlin," terangnya.

Ia menyebut, tidak tahu harus mencari penghidupan di mana lagi apabila revitalisasi pasar dilakukan.

Kata Arita, lokasi lapaknya sekarang memang masuk proyek revitalisasi, sebab trotoar yang ditempati bakal dibangun bangku.

"Kalau pengerjaannya lama, saya tidak tahu harus cari makan di mana, tapi kalau ada solusi untuk dipindahkan, tergantung tempatnya juga," pungkasnya.

Baca juga: DPRD Padang Kawal Revitalisasi Pasar Raya, Minta Terminal Angkot Jadi Prioritas Utama

Senada, pedagang lainnya bernama Harlis Kurnia (92) mengatakan juga terdampak proyek revitalisasi Pasar Raya Padang.

Ia mengaku tak tahu harus pindah kemana untuk berjualan. Sementara kata Harlis, jual beli sangat minim.

"Ke mana kami akan pindah, ini harapan pedagang," tegas pedagang papan reklame dan bordir nama itu.

Kendati demikian, Harlis tak menolak proyek revitalisasi Pasar Raya Padang. Hanya saja ia minta ditunda usai tahun ajaran baru berakhir.

Menurut dia, ketika tahun ajaran baru banyak masyarakat yang berbelanja ke Pasar Raya Padang. Dengan itu, jual beli pedagang juga meningkat.

Namun apabila proyek revitalisasi dilakukan saat tahun ajaran baru, para pedagang akan kehilangan pelanggan.

"Proyeknya kan tanggal 22 Juni 2026 nanti, sebentar lagi tahun ajaran baru, itu banyak masyarakat yang berbelanja dan ditunggu pedagang. Karena, banyak yang beli baju sekolah, sepatu, buku, tas, dan buat papan nama, kami tentu kehilangan pembeli, kalau bisa ditunda setelah ajaran baru selesai," sebutnya.

Tak Sekadar Tempat Belanja, Pasar Raya Disiapkan Jadi Destinasi Wisata

REVITALISASI PASAR RAYA - Suasana kawasan Pasar Raya Padang yang akan direvitalisasi Pemerintah Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Revitalisasi mencakup penataan area air terjun yang disiapkan menjadi ikon baru kota, pembangunan trotoar ramah disabilitas, serta penertiban parkir untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
REVITALISASI PASAR RAYA - Suasana kawasan Pasar Raya Padang yang akan direvitalisasi Pemerintah Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Revitalisasi mencakup penataan area air terjun yang disiapkan menjadi ikon baru kota, pembangunan trotoar ramah disabilitas, serta penertiban parkir untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Pemerintah Kota Padang mulai merealisasikan program revitalisasi Pasar Raya Padang yang akan berlangsung mulai 22 Juni hingga 31 Desember 2026.

Revitalisasi tersebut tidak hanya menyasar perbaikan fisik pasar, tetapi juga penataan sistem transportasi, terminal angkot, hingga pengembangan kawasan pasar sebagai destinasi wisata.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan sejumlah proyek strategis di kawasan Pasar Raya saat ini sudah memasuki tahap lelang.

Menurutnya, revitalisasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari perbaikan jalan, trotoar, taman, drainase, hingga penataan bangunan dan pembinaan terhadap pedagang.

"Sudah ada beberapa lelang yang kita lakukan untuk proyek-proyek strategis di pasar. Kita akan pastikan bagaimana terminal angkot juga ada di situ. Jalan dari terminal angkot ke titik-titik strategis di Pasar Raya akan kita perbaiki," kata Fadly Amran kepada TribunPadang.com, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, konsep revitalisasi yang diusung bukan sekadar menjadikan Pasar Raya sebagai pusat perdagangan, melainkan juga sebagai destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Baca juga: Agenda Wali Kota dan Wawako Padang Hari Ini, Lepas Parade Tauhid dan Hadiri 1 Muharram 1448 H

Pasar Raya Ditargetkan Jadi Destinasi Wisata

Fadly menilai pasar tradisional memiliki potensi besar untuk menjadi ruang interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal.

Karena itu, Pemko Padang ingin menghadirkan suasana pasar yang nyaman, tertata, dan memiliki daya tarik tersendiri.

"Pasar ini harus menjadi tujuan bukan hanya untuk berbelanja, tapi juga berpariwisata. Kita ingin Kota Padang memiliki pasar tradisional yang menjadi living museum terhadap pergerakan ekonomi dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat Kota Padang," ujarnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemko Padang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk revitalisasi Pasar Raya pada tahun 2026, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Menurut Fadly, kawasan-kawasan penunjang seperti Plaza Andalas dan SPR Plaza juga akan dikoneksikan dengan Pasar Raya agar aktivitas ekonomi semakin hidup.

Selain itu, terminal angkot akan dibagi ke dua lokasi, yakni di kawasan Sandang Pangan dan eks Iwapi.

"Kita meyakini ini akan menjadi pasar yang aktif dan menarik bagi masyarakat banyak," katanya.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Jadikan 1 Muharram 1448 H Momentum Perubahan dan Muhasabah

Terminal Angkot Dibangun Lebih Nyaman

Salah satu fokus utama revitalisasi adalah menghadirkan terminal angkot yang lebih tertata.

Fadly menyebut terminal nantinya dirancang sebagai infrastruktur transportasi yang nyaman, lapang, dan teduh sehingga memudahkan mobilitas masyarakat menuju pusat-pusat aktivitas di Pasar Raya.

"Terminalnya harus layak, lapang, dan nyaman. Masyarakat dari terminal ke titik-titik yang mereka kunjungi juga harus nyaman. Jalannya, trotoarnya, setapaknya kita perbaiki agar lebih teduh, rapi, dan bagus," jelasnya.

Menurut dia, penataan tidak hanya menyentuh fasilitas umum, tetapi juga kawasan pertokoan dan kios-kios pedagang.

Pemko Padang berencana mendorong perbaikan tampilan kios dan etalase sehingga kawasan pasar menjadi lebih menarik bagi pengunjung.

Fadly meminta para pedagang mendukung program revitalisasi yang sedang dijalankan pemerintah.

"Tujuannya untuk meramaikan pasar itu sendiri. Jadi kami berharap pedagang ikut berkontribusi terhadap penertiban yang akan dilakukan," katanya.

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini Selasa 16 Juni 2026, Pariaman Diguyur Hujan Ringan

REVITALISASI PASAR RAYA - Suasana kawasan Pasar Raya Padang yang akan direvitalisasi Pemerintah Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Revitalisasi Pasar Raya Padang akan dimulai pada 22 Juni 2026.
REVITALISASI PASAR RAYA - Suasana kawasan Pasar Raya Padang yang akan direvitalisasi Pemerintah Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Revitalisasi Pasar Raya Padang akan dimulai pada 22 Juni 2026. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Dialog dengan Pedagang Sudah Dilakukan

Fadly memastikan komunikasi dengan para pedagang telah dilakukan melalui Dinas Perdagangan Kota Padang maupun secara langsung oleh pemerintah daerah.

Ia berharap seluruh elemen yang ada di Pasar Raya mendukung berbagai kebijakan yang akan diterapkan selama proses revitalisasi berlangsung.

"Dinas Perdagangan sudah banyak berbicara dengan pedagang. Kami juga sudah menyampaikan langsung kepada beberapa pemilik toko. Kami berharap seluruh elemen pasar mendukung program yang akan dijalankan," ujarnya.

DPRD Padang Kawal Revitalisasi

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengatakan revitalisasi Pasar Raya merupakan program yang telah disepakati bersama dalam APBD Tahun 2026.

Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat membuat pasar tradisional harus beradaptasi agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

"Kalau hari ini untuk belanja saja, masyarakat sudah punya banyak alternatif, termasuk belanja online. Karena itu inovasi yang dilakukan Pak Wali Kota adalah menjadikan pasar bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga bagian dari wisata," kata Muharlion.

Ia menilai penataan kawasan air mancur, perbaikan wajah pasar, serta pengembangan wisata kuliner dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat untuk datang ke Pasar Raya.

"Orang datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga menikmati suasana, wisata kuliner, dan keindahan kawasan pasar. Efek akhirnya tentu akan meningkatkan aktivitas perdagangan," ujarnya.

Meski demikian, DPRD meminta pemerintah memprioritaskan penataan terminal dan jalur angkutan kota agar tidak mengurangi akses masyarakat menuju pasar.

Menurut Muharlion, keberadaan terminal yang dekat dengan pusat aktivitas perdagangan sangat penting untuk mendukung kelancaran transportasi dan meningkatkan jumlah pengunjung.

"Kita minta pengaturan terminal dan angkot menjadi prioritas. Jangan sampai akses masyarakat ke pasar justru menjadi lebih jauh," katanya.

Ia menegaskan DPRD akan terus mengawal pelaksanaan revitalisasi agar berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pedagang.

Baca juga: Demo di DPRD Sumbar Berakhir, Mahasiswa Desak Pemerintah Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Air Mancur Jadi Ikon Baru Pasar Raya

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan revitalisasi akan berlangsung sekitar enam bulan dengan fokus pada sejumlah fasilitas publik di kawasan Pasar Raya.

Beberapa titik yang akan dibenahi antara lain kawasan air mancur, trotoar, drainase, serta penataan parkir kendaraan.

"Nanti air mancur ini juga akan menjadi salah satu ikon di Kota Padang," kata Fizlan.

Ia menjelaskan trotoar akan dibuat lebih nyaman dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Selain itu, parkir kendaraan akan ditata agar tidak lagi menggunakan trotoar maupun area yang mengganggu aktivitas pejalan kaki.

"Nanti juga tidak akan ada parkir kendaraan yang semrawut di sekitar trotoar," ujarnya.

Baca juga: Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Sumbar Berakhir Kondusif, Massa Aksi Ancam Kembali Turun ke Jalan

Fizlan memastikan aktivitas perdagangan di Pasar Raya tetap berjalan normal selama proses revitalisasi berlangsung meskipun akan ada sejumlah rekayasa lalu lintas dan pengalihan jalur.

"Kami pastikan selama revitalisasi fasilitas Pasar Raya Padang, kegiatan pasar akan normal seperti biasa," katanya.

Ia berharap revitalisasi tersebut mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja sekaligus mempercantik wajah ibu kota Provinsi Sumatera Barat.

"Tentu dengan revitalisasi ini masyarakat semakin ramai berbelanja dan semakin nyaman berkunjung ke Kota Padang," tutupnya. (*)

2. Depan Kolam Renang Teratai Padang Jadi Lapak Darurat, Pedagang GOR Mengeluh Sempit

Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim kini tengah bersolek lewat proyek revitalisasi besar-besaran. Namun, di balik deru mesin proyek, terselip kisah perjuangan para pedagang kaki lima yang terpaksa gulung tikar sementara dan meraba-raba nasib di tempat relokasi baru.

Berdasarkan pantauan langsung reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB area depan Kolam Renang Teratai mendadak berubah menjadi sibuk. 

Puluhan pekerja tampak bahu-membahu mendirikan bangunan kedai dan warung darurat sebagai tempat bernaung baru bagi para pedagang yang terdampak pengosongan lahan.

Meski relokasi sudah mulai berjalan, sebagian besar pedagang rupanya belum bisa mengais rezeki. Mayoritas kedai yang terbuat dari kayu dan tripleks tersebut masih dalam tahap pengerjaan fisik dan belum rampung seutuhnya.

Di atas aspal jalanan depan Kolam Renang Teratai, tampak jelas goresan batas-batas kios yang dibuat menggunakan cat semprot. 

Baca juga: Alasan Semen Padang FC Pulangkan Ikram Alghifari dan Rekrut David Maulana

BONGKAR LAPAK – Sejumlah pedagang membongkar lapak dan bangunan tempat usaha mereka di kawasan GOR Haji Agus Salim, Padang, Rabu (17/6/2026). Sebagian pedagang saat ini sudah menempati lokasi baru, sementara kelompok pedagang kaki lima di area jalanan masih menunggu instruksi selanjutnya.
BONGKAR LAPAK – Sejumlah pedagang membongkar lapak dan bangunan tempat usaha mereka di kawasan GOR Haji Agus Salim, Padang, Rabu (17/6/2026). Sebagian pedagang saat ini sudah menempati lokasi baru, sementara kelompok pedagang kaki lima di area jalanan masih menunggu instruksi selanjutnya. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Garis-garis itu menjadi penanda ukuran lapak darurat yang akan ditempati oleh masing-masing pedagang yang terdata.

Salah seorang pedagang yang terdampak, Linda, mengaku hanya bisa bersyukur meski harus menerima kenyataan pahit. 

Ia mendapatkan jatah tempat di depan Kolam Renang Teratai, walaupun ukurannya jauh lebih ciut dibandingkan lapak lamanya di dalam kawasan GOR.

Saat ini, Linda harus puas dengan ruang gerak yang sangat terbatas, yakni hanya berukuran 3x3 meter. Kendati demikian, ia belum bisa membuka kembali usahanya karena proses pembangunan kedai barunya masih jauh dari kata selesai.

Bagi Linda, kondisi ini bagai buah simalakama. Untuk mendirikan warung baru dari nol, ia harus merogoh kocek sendiri yang nilainya tidak sedikit, sementara di sisi lain ia sudah kehilangan pemasukan selama beberapa hari terakhir akibat tidak berjualan.

Baca juga: Harga Pertamax Bakal Turun, Kementerian ESDM Sebut Ikuti Tren Minyak Dunia Usai AS-Iran Damai

Linda membeberkan bahwa tidak semua pedagang beruntung bisa tertampung di lokasi tersebut. Menurut data yang ia ketahui, area depan Kolam Renang Teratai ini diprioritaskan bagi para pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan Sostro dan area di sekitar tribun stadion.

Kekhawatiran senada juga diungkapkan oleh pedagang lainnya bernama Ijus. Pria paruh baya ini mengaku masih didera rasa was-was dan belum tahu pasti apakah lokasi baru ini akan mendatangkan keuntungan atau justru sebaliknya.

“Apalagi, semenjak proyek revitalisasi GOR berjalan, sebagian besar kegiatan olahraga dan keramaian di dalam kawasan tersebut ditiadakan untuk sementara waktu. Hal ini otomatis memangkas potensi jumlah pengunjung yang datang,”ucapnya.

Ijus tetap berusaha berlapang dada dan berharap situasi segera membaik setelah ia berhasil mengamankan tempat di depan kolam renang. Hanya saja, ia mengeluhkan kondisi lapangan yang saat ini masih berantakan alias centang parenang.

Kondisi yang serba semrawut ini dinilai membuat suasana tidak nyaman untuk berjualan, ditambah lagi para calon pembeli diprediksi akan ragu untuk mampir jika lingkungan sekitar masih tampak kotor dan belum tertata dengan rapi.

Masalah tidak berhenti di sana. Ijus menyebut hingga saat ini para pedagang masih berada dalam pusaran ketidakpastian mengenai regulasi iuran bulanan, serta kepastian skema penyaluran aliran listrik dan air bersih dari pihak pemerintah setempat.

Nasib yang jauh lebih pilu dialami oleh Beti, seorang pedagang minuman yang biasanya mangkal di bagian dalam kawasan GOR. 

Perempuan ini terpaksa harus mengungsi setelah area tempatnya menjemput rezeki selama ini ditutup rapat oleh petugas dengan barikade pembatas.

Beti membenarkan bahwa lahan darurat di depan Kolam Renang Teratai sangat terbatas dan memicu persaingan antar-pedagang.

Kapasitas area yang sempit membuat banyak rekannya sesama pedagang gigit jari karena tidak kebagian tempat relokasi.

Di balik guratan lelah di wajahnya, Beti tak mampu menyembunyikan kesedihan mendalam lantaran gerobak dagangan utamanya sempat diangkut paksa oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat aksi pembersihan kawasan pada Rabu pagi.

Beti mengaku sama sekali tidak berdaya mempertahankan modal usahanya tersebut karena keterbatasan tenaga. 

“Surat edaran resmi mengenai pengosongan lahan baru diterima pada Selasa sore, sehingga kehabisan waktu untuk mencari bantuan armada guna memindahkan propertinya,”jelasnya.

Karena tidak ada kerabat atau orang yang bisa dimintai tolong dalam waktu yang sangat singkat, gerobak minuman itu terpaksa ditinggal di lokasi dan akhirnya diangkut truk petugas. 

Kini, Beti harus menghadapi birokrasi yang rumit hanya untuk mengurus pengembalian asetnya tersebut.

Bagi keluarga Beti, usaha warung minuman sederhana di kawasan GOR Haji Agus Salim ini bukan sekadar pekerjaan sampingan, melainkan urat nadi kehidupan. 

Dari untung penjualan minuman itulah ia menyambung hidup dan memastikan dapur rumahnya tetap mengepul setiap hari. (*)

3. Piala Dunia 2026 Bawa Berkah bagi Pedagang, Penjualan Jersey di Padang Melonjak

Penjualan jersey tim nasional (timnas) yang berlaga di Piala Dunia (Pildun) 2026 terus meningkat di Jalan Imam Bonjol, dekat Pasar Raya Padang.

Pedagang jersey mengaku penjualan terus meningkat meski Pildun sudah dimulai sejak 12 Juni 2026 lalu atau hampir sepekan lamanya.

Salah satu pedagang, Nabila (30) mengatakan meski sudah dimulai, jersey sejumlah timnas yang ia jual tetap laris manis.

"Alhamdulillah masih banyak yang beli, malah meningkat dari bulan sebelumnya," kata Nabila saat ditemui TribunPadang.com, Kamis (18/6/2026).

Baca juga: Relokasi Pedagang GOR Agus Salim Padang Terkendala Lahan, Pedagang Bangun Kios dengan Biaya Sendiri

pedagang baju jersey timnas piala dunia 2 18/6/2026
PESTA BOLA 2026- Penampakan sejumlah jersey timnas yang dijual toko Jaya Sport milik Nabila (30) di Jalan Imam Bonjol, dekat Pasar Raya, Kota Padang, Kamis (18/6/2026).

Di toko Jaya Sport milik Nabila, tersedia berbagai jersey timnas. Mulai dari Argentina, Portugal, Prancis, Brazil, Jepang, Jerman dan lain sebagainya.

Penjualan sudah mulai menunjukkan peningkatan sekitar seminggu sebelum dan sesudah Lebaran Idul Fitri 2026.

"Puncak penjualan sebelumnya ketika lebaran, banyak yang beli, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, kini lebih meningkat, seminggu menjelang Pildun mulai hingga hari ini," jelasnya.

Ia mengaku dalam sebulan bisa meraup untung Rp5.000.000 untuk penjualan jersey timnas yang berlaga di Pildun 2026.

Baca juga: Bupati Dharmasraya Ajak Warga Nobar Pesta Bola Dunia 2026 di Halaman Kantor Bupati Dharmasraya

Sedangkan kata dia, rata-rata penjualan jersey dalam sehari dimulai dari satu sampai dua lusin.

"Kadang sehari selusin, 20 pcs, ada juga dua lusin. Kalau sebulan, omzet kira-kira Rp5.000.000 ada," terang Nabila.

Bahkan kata dia, pada hari ini ia sudah berhasil menjual tiga jersey timnas Brazil. Pembelinya merupakan remaja yang datang bertiga orang ke tokonya.

"Tadi juga laku tiga jersey negara Brazil, meski Pildun sudah dimulai, masih banyak juga yang mencari," sebutnya.

Baca juga: Usai Amankan Dua Nama, Manajemen Semen Padang FC Segera Umumkan Skuad Baru Setiap Hari

Ia menambahkan, untuk jersey di tokonya terdapat dua varian, yakni impor dan buatan lokal Indonesia.

Jersey impor ia patok dengan harga Rp135.000. Sedangkan untuk lokal, pembeli cukup merogoh kocek Rp85.000 saja.

"Di sini ada bahan impor dan lokal, kalau perbandingannya lebih bagus yang impor, sebelas-dua belas dengan ori. Tapi, peminatnya banyak yang impor," tambahnya.

Senada, pedagang lainnya bernama Tiara mengaku penjualan jersey timnas juga meningkat meski Pildun 2026 sudah dimulai.

Kata dia, penjualan bulan ini memang lebih banyak dari sebelumnya. Sebab, masih banyak masyarakat yang mencari jersey timnas kebanggaannya.

"Masih banyak yang mencari, bisa dibilang lebih meningkat dari sebelumnya," ujar Tiara saat memberikan keterangan.(*)

4. Harga Emas Turun di Pasar Raya Padang Kamis 18 Juni 2026: Satu Ameh Kini Rp5,8 Juta

HARGA EMAS TURUN- Penampakan emas perhiasan di Toko Emas Murni yanga da di kawasan Pasar Raya, Kota Padang, Kamis (18/6/2026).
HARGA EMAS TURUN- Penampakan emas perhiasan di Toko Emas Murni yanga da di kawasan Pasar Raya, Kota Padang, Kamis (18/6/2026). (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Perkembangan harga logam mulia atau emas di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan pergerakan yang dinamis pada pertengahan pekan ini.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Kamis (18/6/2026), harga emas di pasar tradisional Kota Padang tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.

Kondisi penurunan harga ini terlihat jelas di salah satu pusat perdagangan emas terbesar di kawasan Pasar Raya, Kota Padang.

Dani, salah satu karyawan di Toko Emas Murni di Pasar Raya, Kota Padang, membenarkan adanya penurunan harga emas per ameh (satuan berat emas khas Minangkabau yang setara dengan sekitar 2,5 gram).

Baca juga: Revitalisasi Pasar Raya Padang Dimulai 22 Juni, Pedagang Bingung Cari Tempat Jualan Sementara

Menurut keterangan Dani grafik harga emas memang sedang mengalami koreksi yang cukup terasa bagi para pelanggan.

"Turun dari kemarin sekitar Rp50 ribu rupiah per ameh," ujar Dani.

Ia menambahkan bahwa fluktuasi ini jamak terjadi, namun penurunan sebesar Rp50.000 per ameh atau kisaran Rp20.000-an jika dikonversi per gramnya tetap menarik perhatian calon pembeli.

Untuk rinciannya, Dani memaparkan bahwa harga emas perhiasan saat ini berada di angka Rp2.320.000 per gram, dengan catatan harga tersebut belum termasuk biaya upah pembuatan.

Sementara itu, jika konsumen ingin membeli dalam satuan ameh, Toko Emas Murni mematok harga satu ameh sebesar Rp5.800.000, yang juga diluar ongkos upah tempah perhiasan.

Baca juga: Piala Dunia 2026 Bawa Berkah bagi Pedagang, Penjualan Jersey di Padang Melonjak

Bagi masyarakat yang justru ingin melakukan transaksi penjualan kembali (buyback), toko perhiasan juga telah menyesuaikan harga beli mereka.

Dani menyebutkan, untuk harga buyback satu ameh emas perhiasan saat ini dilayani pada tingkat harga Rp5.650.000.

Lebih lanjut, Dani membocorkan tren komoditas yang paling diminati oleh warga Kota Padang dalam beberapa hari terakhir.

Dari sekian banyak jenis perhiasan yang dipajang di etalase, ada dua jenis model yang penjualannya mencatatkan angka paling tinggi.

"Yang paling dominan dibeli saat ini adalah cincin sama gelang," ungkap Dani.

Di sisi lain, momentum penurunan harga emas ini tidak disia-siakan oleh para pemburu logam mulia, salah satunya adalah Hanifah.

Warga Padang ini sengaja mendatangi pusat pasar perhiasan demi bisa membawa pulang emas impiannya di saat harga sedang miring.

Hanifah mengaku bahwa dirinya memandang emas bukan sekadar alat pelengkap penampilan fisik semata.

Bagi Hanifah, membeli perhiasan emas merupakan salah satu metode investasi dan proteksi nilai aset jangka panjang yang paling aman.

"Mumpung ada rezeki, jadi ditabung sekaligus untuk mempercantik diri sendiri," tutur Hanifah.

Sebagai informasi pembanding untuk masyarakat, selain emas perhiasan lokal di pasar tradisional, harga emas batangan di Pegadaian hari ini juga terpantau stabil tinggi.

Berdasarkan data resmi Pegadaian per Kamis, 18 Juni 2026, harga emas Antam ukuran 1 gram dibanderol senilai Rp2.812.000.

Sementara itu, untuk produk logam mulia dari cetakan lainnya seperti emas UBS ukuran 1 gram dipatok pada harga Rp2.717.000 di Pegadaian.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.