Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi Jembatan Aringin yang jadi penghubung Desa Administratif Basarin dan Desa Amarwatu, Kecamatan Gorom Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kian mengkhawatirkan, Jumat (19/6/2026).
Kepada TribunAmbon.com, salah seorang warga, Darwis Rolas menjelaskan, kondisi jembatan jauh dari layak, bahkan membahayakan warga.
Sebagian besar lantai berbahan kayu rusak hingga meninggalkan lubang berukuran besar.
Bagian lainnya sudah lapuk dimakan usia.
Alhasil, pengguna kendaraan bermotor sudah tidak dapat melintas, sementara pejalan kaki harus ekstra hati-hati.
"Jembatan ini sudah dibangun puluhan tahun lalu dan menjadi akses utama masyarakat. Sekarang sudah rusak sehingga warga kesulitan beraktivitas. Sampai saat ini belum ada perbaikan," ujarnya.
Baca juga: Komisi IV DPRD Maluku Tengah Tegas Meminta Pengesahan Ranperda Disabilitas
Baca juga: Komunitas Hooligans Ambon Rayakan Kemenangan Inggris Usai Bungkam Kroasia 4-2
Lanjutnya, kerusakan jembatan turut mempengaruhi aktivitas para pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju sekolah.
Karena kondisi jembatan yang dinilai tidak aman, siswa SD hingga SMP harus menggunakan akses alternatif melalui jalan besar dengan jarak yang lebih jauh.
"Anak-anak sekolah sekarang harus memutar lewat jalan besar. Begitu juga masyarakat yang hendak ke kebun, berbelanja atau mengurus berbagai keperluan lainnya," katanya.
Darwis menegaskan, persoalan Jembatan Aringin tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kelancaran akses masyarakat dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kebutuhan sosial lainnya.
"Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lambannya penanganan. Ini bukan sekadar jembatan rusak, tetapi akses hidup warga yang terancam putus," tegasnya.
Warga di kedua desa tersebut berharap, pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan agar jembatan tersebut kembali dapat digunakan secara aman oleh masyarakat.
Mereka menilai keberadaan Jembatan Aringin sangat penting sebagai penghubung aktivitas ratusan warga di dua desa tersebut.(*)