Pemkab Sigi Tangani Empat Kubangan Pascagempa, 6.412 Warga Terdampak
Fadhila Amalia June 19, 2026 11:07 AM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi bergerak cepat mengantisipasi dampak lanjutan pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). 

Salah satu langkah kini menjadi perhatian serius adalah penanganan empat kubangan yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Nokilalaki.

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan pemerintah daerah telah melibatkan seluruh instansi lintas sektor untuk melakukan kajian teknis dan menentukan langkah penanganan tepat terhadap kemunculan kubangan tersebut.

Baca juga: Fraksi Nasdem-Gerindra DPRD Palu Soroti Ranperda Miras dan Rokok, Desak Penguatan Aturan

“Ada empat kubangan yang terdeteksi lebih awal sehingga ini bisa segera diantisipasi sebelum terjadi bencana susulan,” ujar Rizal saat ditemui awak media di Dolo, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi geografis lokasi.

Pemerintah saat ini masih melakukan kajian berdasarkan hasil pemetaan udara menggunakan drone guna menghindari risiko longsor apabila dilakukan pengerjaan menggunakan alat berat.

“Kami rapat teknis dulu terkait penanganan kubangan di Nokilalaki itu. Tentunya ada hitungan-hitungan berdasarkan gambar drone yang ada, sebab jika menggunakan alat berat maka bisa menyebabkan longsor juga,” katanya.

Selain faktor keselamatan warga, penanganan kubangan tersebut juga harus memperhatikan aspek lingkungan karena berada dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Oleh sebab itu, setiap langkah akan diambil memerlukan koordinasi dan perizinan khusus dari pihak terkait.

Di tengah upaya mitigasi tersebut, data terbaru BPBD Sigi menunjukkan dampak gempa terus bertambah.

Hingga 18 Juni 2026, jumlah masyarakat terdampak mencapai 2.109 kepala keluarga atau sebanyak 6.412 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak.

Baca juga: Tunggakan JKN Kini Bisa Dicicil, BPJS Kesehatan Palu Ajak Warga Manfaatkan Program REHAB

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum.

Sedikitnya 84 unit fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan, terdiri atas sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, puskesmas, hingga jaringan air bersih menjadi kebutuhan vital masyarakat.

Korban meninggal dunia akibat bencana tersebut tercatat sebanyak tiga orang yang berasal dari Desa Ampera, Desa Kamarora, dan Desa Berdikari.

Sementara itu, jumlah rumah warga mengalami kerusakan mencapai 1.652 unit yang tersebar di 38 desa.

Dari total rumah rusak tersebut, sebanyak 1.472 unit mengalami rusak ringan, 111 unit rusak sedang, dan 69 unit rusak berat. 

Pemerintah Kabupaten Sigi bersama TNI, Polri, relawan, dan berbagai pihak terkait terus melakukan pendataan, penyaluran bantuan, serta penanganan darurat di wilayah terdampak.

Sejak hari pertama pascagempa, status tanggap darurat telah diberlakukan untuk mempercepat penanganan korban dan pemulihan infrastruktur.

Berbagai bantuan logistik, layanan kesehatan.

Serta dukungan psikososial terus disalurkan kepada masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian maupun di rumah-rumah yang terdampak.

Baca juga: Korban Tewas Gempa Sulteng Magnitudo 6,7 Bertambah Jadi Tiga Orang, 6.412 Jiwa Terdampak

Pemerintah Kabupaten Sigi berharap seluruh proses penanganan, baik terhadap dampak kerusakan maupun potensi ancaman susulan seperti kemunculan kubangan di Nokilalaki.

Dapat dilakukan secara cepat dan tepat sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga serta proses pemulihan dapat berjalan optimal.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.