‘Saat Anda Butuh Gol, Anda Butuh Cristiano’ - Roberto Martinez Bela Keputusan Mempertahankan Ronaldo dalam Hasil Imbang Portugal di Piala Dunia lawan Kongo meski CR7 Hanya Sentuh Bola 25 Kali
Rina Kusumawati June 19, 2026 11:37 AM

Pelatih tim nasional Portugal, Roberto Martinez, tetap teguh membela keputusannya mempertahankan Cristiano Ronaldo di lapangan meskipun sang penyerang veteran mengalami sore yang sulit dalam laga pembuka Piala Dunia 2026. Tim Selecao ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo di Houston, dengan Ronaldo bermain penuh selama 90 menit meski kesulitan memberikan dampak berarti pada pertandingan, membuat para penggemar dan pengamat mempertanyakan mengapa sang kapten masih menjadi starter utama.

Ronaldo pecahkan rekor tetapi gagal mencetak gol

Antusiasme memuncak di Texas ketika Ronaldo menjadi pemain lapangan tertua dalam sejarah Piala Dunia pada usia 41 tahun dan 132 hari. Namun, pencapaian bersejarah itu tidak diikuti performa gemilang di lapangan. Bintang Al-Nassr tersebut tampak kesulitan memengaruhi jalannya pertandingan. Sementara Lionel Messi mencuri perhatian dengan hat-trick melawan Aljazair sehari sebelumnya, Ronaldo justru tampak terisolasi dan jarang terlibat dalam permainan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo.

Statistik pertandingan menggambarkan situasi yang cukup suram bagi peraih lima Ballon d’Or tersebut. Menurut data Opta, Ronaldo hanya mencatatkan 25 sentuhan bola selama 90 menit—jumlah terendahnya dalam pertandingan turnamen besar di mana ia bermain penuh. Selain itu, kegagalannya mencetak gol di Houston memperpanjang paceklik golnya menjadi 10 pertandingan beruntun di turnamen internasional besar tanpa mencetak satu pun gol, dengan total 33 percobaan tembakan dan 11 yang tepat sasaran.

Martinez jelaskan alasan tidak mengganti CR7

Meski Portugal gagal menembus pertahanan tim asal Afrika tersebut, Martinez memilih untuk tidak menarik keluar kaptennya. Mantan pelatih Everton dan Belgia itu menegaskan bahwa keberadaan Ronaldo di lapangan memberikan keuntungan taktis yang harus bisa dimanfaatkan oleh rekan-rekannya.

“Tidak masuk akal untuk menarik keluar pencetak gol terbaik di dunia dalam pertandingan di mana Anda membutuhkan gol,” ujar Martinez kepada wartawan seusai pertandingan. “Bagi kami, dalam momen seperti ini, pengalaman Cristiano di dalam kotak penalti sangat penting. Cara dia menarik perhatian para bek lawan itu penting, begitu juga dengan bagaimana kami bisa memanfaatkan ruang yang tercipta. Setiap pemain memiliki tanggung jawab dan kualitas masing-masing di lapangan. Dan jelas, ketika Anda mencari gol, Anda harus memiliki Cristiano.”

Penampilan tidak padu, Portugal kurang tajam di depan gawang

Tim Selecao menguasai bola hingga 75,4% sepanjang pertandingan, namun justru mencatat jumlah tembakan lebih sedikit dibanding Republik Demokratik Kongo. Ini menjadi anomali sejarah—sejak 1966 belum pernah ada tim dengan penguasaan bola setinggi itu di Piala Dunia tetapi kalah jumlah tembakan dari lawannya. Joao Neves sempat membawa Portugal unggul lebih dulu, namun mereka gagal mempertahankan momentum tersebut hingga akhirnya Yoane Wissa menyamakan kedudukan lewat sundulan bersejarah.

Martinez menegaskan bahwa kesalahan tidak sepenuhnya berada di pundak ujung tombak timnya, melainkan pada suplai bola dari lini tengah dan sektor sayap. “Setiap pemain memiliki tanggung jawab dan kualitas di lapangan,” tambahnya.

Tekanan meningkat jelang laga melawan Uzbekistan

Dengan nilai xG hanya 0,64 dibandingkan 0,82 milik Republik Demokratik Kongo, Portugal bisa dikatakan beruntung membawa pulang satu poin dari Houston. Hasil tersebut semakin memanaskan perdebatan tentang apakah Ronaldo yang berusia 41 tahun masih layak menjadi andalan utama di lini depan, mengingat Portugal memiliki banyak penyerang muda berbakat. Seiring jalannya turnamen, sorotan terhadap kesetiaan Martinez kepada kapten veteran ini diperkirakan akan semakin besar, apalagi lawan-lawan di Grup K seperti Uzbekistan dan Kolombia sudah menunggu.

Sejauh mana Portugal bisa melangkah di Piala Dunia?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.