SERAMBINEWS.COM - Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Provinsi Aceh untuk memastikan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) memperoleh layanan penukaran uang layak edar.
Dalam ekspedisi tahun ini, BI meningkatkan persediaan uang Rupiah sebesar 25 persen dibandingkan pelaksanaan tahun lalu.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 resmi dilepas dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) Sabang, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam mendistribusikan uang Rupiah ke wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.
Ekspedisi akan berlangsung pada 18–24 Juni 2026 menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tuna-876.
Tim akan mengunjungi lima wilayah kepulauan di Aceh, yakni Pulau Weh (Sabang), Pulau Breuh dan Pulau Nasi (Aceh Besar), Kepulauan Simeulue, serta Kepulauan Banyak di Aceh Singkil.
Baca juga: HRD Ikut Rapat Banggar DPR RI, Soroti Rupiah yang Melemah
Melalui layanan kas keliling 3T, masyarakat dapat menukarkan uang lusuh, cacat, rusak, maupun uang yang sudah tidak layak edar dengan uang Rupiah layak edar untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi.
Dalam siaran persnya, Bank Indonesia menjelaskan bahwa penyediaan uang layak edar merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Karena itu, BI terus berupaya memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, serta dalam kondisi yang berkualitas hingga ke seluruh wilayah Indonesia.
Menurut BI, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan dalam pendistribusian uang Rupiah.
Untuk itu, BI menggandeng TNI AL yang memiliki armada untuk menjangkau wilayah 3T dari Sabang hingga Merauke.
Sinergi kedua lembaga tersebut mempertemukan misi yang sama dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Baca juga: Jamaah Haji Aceh Senang Berbelanja Pakai Rupiah
TNI AL menjaga kedaulatan wilayah melalui pertahanan negara, sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan melalui Rupiah.
Bank Indonesia juga mengajak masyarakat menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bagian dari semangat "Bela Negara Tanpa Senjata", yakni menjaga kedaulatan bangsa melalui penggunaan mata uang Rupiah.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program yang telah dijalankan BI bersama TNI AL sejak 2012.
Hingga kini, kedua lembaga telah melaksanakan 150 kegiatan kas keliling di wilayah 3T dan menjangkau 766 pulau terpencil di Indonesia.
Pada 2026, BI dan TNI AL menargetkan pelaksanaan 19 kegiatan kas keliling di 19 provinsi yang mencakup 97 pulau.
Khusus di Aceh, ekspedisi yang dilepas dari Sabang ini menjadi kegiatan kesepuluh sepanjang 2026.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, BI menambah persediaan uang Rupiah layak edar sebesar 25 persen dibandingkan pelaksanaan ekspedisi pada 2025.
Pelepasan ERB 2026 dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Hertha Bastiawan, Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Sadimin, Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Beny Okta Tutuarima, Komandan KRI Tuna-876 Letkol Laut (P) Rahadian Nur Bramantyo, perwakilan Markas Besar TNI AL, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dan Sabang. (*)