TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Dunia pendidikan di Kabupaten Jember berduka. Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember, Prof Dr H Hepni Zain, meninggal dunia, Jumat (19/6/2026) dini hari.
Prof Hepni mengembuskan napas terakhir di RSD dr Soebandi Jember sekitar pukul 00.30 WIB. Kabar wafatnya rektor UIN KHAS Jember tersebut mengejutkan banyak pihak, terutama civitas akademika, alumni, dan masyarakat yang mengenalnya.
Sejak pagi, ucapan belasungkawa mengalir melalui berbagai platform, termasuk status WhatsApp sejumlah tokoh masyarakat, kolega di lingkungan UIN KHAS Jember, hingga para alumni kampus yang berlokasi di kawasan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember.
Kepergian Prof Hepni tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pendidikan tinggi Islam. Selama memimpin UIN KHAS Jember, ia dikenal sebagai akademisi dan pemimpin yang mengedepankan keteladanan, kebersamaan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: Sempat Disorot di Situbondo, Konten Kreator Kini Buat Review Alun-alun Jember, Ini Respons Pemkab
Wakil Dekan III Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Ahmad Winarno, mengatakan bahwa wafatnya Prof Hepni merupakan kehilangan besar bagi seluruh civitas akademika dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya.
“Bagi saya, beliau adalah seorang guru. Saya pernah belajar langsung dari beliau saat mengajar. Dari beliau saya tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai kehidupan, dedikasi, dan semangat untuk terus belajar serta mengabdi kepada masyarakat,” ujar Ahmad Winarno kepada Tribun Jatim Network, Jumat (19/6/2026).
Menurut Winarno, Prof Hepni juga dikenal sebagai sosok yang selalu hadir memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa maupun rekan kerja.
Baca juga: KA Pandalungan 2 Resmi Beroperasi, Tambah Pilihan Kereta Jember-Jakarta
“Sifat beliau yang ngemong, penuh perhatian, serta tidak pernah lelah menasihati dan membimbing menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Beliau bukan hanya sekadar pimpinan kampus, namun juga sosok orang tua,” katanya.
Winarno menilai Prof Hepni merupakan teladan kepemimpinan yang layak dicontoh. Meski menjabat sebagai rektor, ia tetap menunjukkan kesederhanaan dan kerendahan hati dalam kesehariannya.
Kedekatannya dengan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi gambaran kepemimpinan yang berlandaskan keteladanan, bukan sekadar jabatan.
“Selamat jalan guru kami, orang tua kami, dan teladan kami. Jejak kebaikan serta pengabdian yang telah panjenengan torehkan akan selalu hidup dalam hati kami. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin,” pungkas Winarno.