Kepala Kampung Goras Dukung Rencana Investasi Sawit di Fakfak
Hans Arnold Kapisa June 19, 2026 03:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Kepala Kampung Goras, Distrik Mbahamdandara, Syamsudin Napitupulu menyatakan dukungan terhadap rencana investasi perkebunan kelapa sawit di Distrik Bomberai dan Tomage, Kabupaten Fakfak.

Menurut Syamsudin, kehadiran investasi yang dikelola secara baik dan bertanggung jawab dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

“Saya melihat investasi ini dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal serta meningkatkan perekonomian kampung dan kawasan sekitarnya,” ujarnya di Fakfak, Jumat (19/6/2026).

Dalam kunjungan tim investor sawit, Syamsudin berharap hasil survei dan verifikasi lapangan dapat mempertimbangkan Kampung Goras sebagai salah satu lokasi alternatif pengembangan jetty bongkar muat logistik maupun jetty Crude Palm Oil (CPO).

“Kampung Goras memiliki posisi strategis di kawasan muara dengan akses langsung ke perairan yang mendukung aktivitas transportasi laut dan distribusi hasil perkebunan,” jelasnya.

Baca juga: Investor Korea Selatan Sapa Warga Fakfak, Komitmen Investasi 15 Ribu Hektar Sawit

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur pendukung seperti jetty akan memberi manfaat luas, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga masyarakat.

“Manfaatnya berupa peningkatan akses transportasi, tumbuhnya aktivitas ekonomi baru, terbukanya peluang usaha, serta meningkatnya kesempatan kerja bagi masyarakat setempat,” pungkas Syamsudin.

Apresiasi Dukungan Masyarakat

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Kampung Goras terhadap rencana investasi yang sedang dikaji pemerintah bersama PT STM Agro Energi.

Widhi menjelaskan, saat ini tim teknis bersama investor tengah melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi alternatif lokasi pengembangan fasilitas bongkar muat dan jetty CPO.

Survei difokuskan pada beberapa titik potensial, yakni Kali Handak Otoweri, Kali Tesha, dan Muara Goras.

“Kajian ini mempertimbangkan kondisi perairan, kedalaman alur, aksesibilitas, karakteristik muara, aspek keselamatan pelayaran, dampak lingkungan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat,” terangnya.

Baca juga: Samaun Dahlan Sampaikan Enam Poin Penting dalam Sosialisasi Investasi Sawit di Fakfak

Ia menegaskan, penentuan lokasi jetty tidak dapat dilakukan sepihak, melainkan melalui kajian komprehensif dan transparan.

“Aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam proses survei dan kajian teknis,” tambahnya.
Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Lebih lanjut, Widhi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak berkomitmen mengawal setiap investasi agar sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, menghormati hak-hak masyarakat adat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Investasi yang berkualitas harus mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan perlindungan sumber daya alam,” ujarnya.

Melalui survei teknis yang sedang berlangsung, pemerintah berharap potensi kawasan Bomberai dan Tomage dapat terpetakan secara menyeluruh sebagai dasar pengembangan investasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, termasuk pembangunan infrastruktur strategis yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Fakfak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.