Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Bandung. Tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha, pemadaman ini juga berdampak langsung pada para pekerja freelance yang mengandalkan listrik dan internet sebagai penunjang utama pekerjaan.
Bagi Djunizar (36), warga Bojong Koneng, pemadaman listrik yang terjadi pada siang hari menjadi pukulan besar bagi pekerjaannya sebagai freelancer online.
Menurutnya, waktu pemadaman bertepatan dengan jam-jam paling produktif ketika ia tengah mengejar tenggat waktu pekerjaan dari klien.
“Disayangkan banget sih pemadaman listrik bergilir kemarin. Kerjaan saya sebagai pekerja lepas online terpengaruh banget. Apalagi pemadamannya pas banget di waktu produktif kerja, saat saya lagi ngejar deadline,” ujar Djunizar saat dihubungi, Jumat (19/6/2026).
Akibat listrik dan internet yang terputus, Djunizar tidak dapat melanjutkan pekerjaannya. Kondisi tersebut membuat target pekerjaan yang seharusnya selesai pada hari itu tidak tercapai.
“Gara-gara mati listrik deadline nggak kekejar, bonus ilang, proyeknya juga ilang karena saya nggak bisa lanjutin kerjaan. Saya sampai dianggap ninggalin kerjaan, padahal lagi ada musibah mati listrik dan internet,” katanya.
Ia mengaku tidak memiliki banyak pilihan untuk menyiasati kondisi tersebut.
Berbeda dengan pekerja kantoran yang bisa bekerja di lokasi lain, pekerjaannya membutuhkan berbagai perangkat rekaman yang harus tersambung ke listrik.
“Mau pindah kerja ke coffee shop yang ada listrik juga nggak mungkin, soalnya saya kerja pakai banyak peralatan recording yang butuh listrik dan ruangan minim noise,” tuturnya.
Djunizar menyadari risiko tersebut merupakan bagian dari profesi yang dijalaninya. Namun, ia berharap ada solusi yang lebih baik agar gangguan serupa tidak kembali terjadi pada jam-jam kerja utama.
“Risiko aja sih jadinya punya kerjaan freelance online di tempat yang listriknya mati nyala seperti ini,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Olldy (36), warga Kopo. Sebagai pekerja freelance online yang, ia mengaku harus berpindah-pindah tempat demi mencari sumber listrik dan jaringan internet yang masih berfungsi.
“Kalau dari saya sih ya, pekerja freelance online yang sehari-hari kerja ngandelin komputer, internet, dan listrik, kejadian mati listrik kemarin sangat mengganggu,” ujarnya.
Ia menceritakan bagaimana dirinya harus mencari lokasi alternatif untuk bekerja saat pemadaman berlangsung.
“Saya kemarin jadi harus berpindah-pindah tempat untuk mencari listrik dan sinyal internet. Baru pindah ke suatu tempat, eh nggak lama mati listrik juga, terpaksa deh pindah tempat kerja lagi,” katanya.
Selain kehilangan waktu kerja, Olldy juga harus mengeluarkan biaya tambahan selama berpindah-pindah tempat. Ia mengaku beberapa kali membeli minuman di kafe yang dijadikan lokasi sementara untuk bekerja.
“Rugi banget, target pekerjaan jadi mundur ditambah harus beli kopi berkali-kali karena pindah tempat,” ujarnya.
“Saya sebagai orang yang tepat waktu dalam membayar listrik kecewa karena pemadaman ini bersifat mendadak. Alangkah lebih baiknya dari jauh hari sudah disampaikan terlebih dahulu agar saya ada persiapan,” katanya.