SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG — Dampak musim kemarau mulai melanda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI mencatat puluhan titik panas (hotspot) mengepung tujuh kecamatan, serta kebakaran lahan seluas dua hektar yang baru saja terjadi di wilayah Sungai Menang.
Plt Kepala BPBD OKI, Nova Trisuyanto, mengungkapkan bahwa pergerakan titik panas dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan yang patut diwaspadai.
"Berdasarkan data mingguan sejak tanggal 13 hingga 19 Juni 2026, terdeteksi total sebanyak 16 titik hotspot di 7 kecamatan dengan tingkat kepercayaan medium," kata Nova saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).
Berdasarkan data BPBD, sebaran titik panas tersebut mendominasi di Kecamatan Cengal dengan 4 titik, disusul Tulung Selapan dengan 3 titik.
Sementara wilayah Lempuing Jaya, Mesuji Makmur, Pampangan, dan Sungai Menang masing-masing menyumbang 2 titik panas, serta 1 titik terpantau di Air Sugihan.
Nova menambahkan, sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, telah terjadi empat kali peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan total 2,5 hektar lahan di wilayah OKI.
Peristiwa terbaru melanda lahan mineral di Desa Sungai Menang pada Kamis (18/6/2026).
"Kejadian kebakaran terbaru terjadi kemarin di Desa Sungai Menang, Kecamatan Sungai Menang, dengan luasan 2 hektar lahan jenis mineral," beber Nova.
Tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan patroli ketat serta pengecekan langsung (groundcheck).
Langkah cepat ini dilakukan guna memverifikasi kejadian, memastikan kondisi lapangan pasca-kebakaran, serta mengidentifikasi potensi risiko karhutla lanjutan.
Menyikapi kondisi lahan yang kian mengering, BPBD OKI mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Warga diminta segera melaporkan ke aparat desa atau petugas terkait jika menemukan titik api.
Selain itu, BPBD juga mengimbau warga untuk aktif menjaga sumber-sumber air di sekitar lahan sebagai langkah antisipasi krusial apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran susulan.