Rencana Penataan Rute Jeep Wisata di Gumuk Pasir, Pemkab Bantul Siapkan Uji Coba Jalur Baru
Muhammad Fatoni June 19, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul masih terus menggodok penataan rute jeep wisata kawasan Gumuk Pasir, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek.

Langkah ini menjadi upaya merestorasi zona inti Gumuk Pasir dengan luasan sekitar 141 hektare.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, mengatakan selama ini rute jeep wisata Gumuk Pasir masih ada yang melintasi kawasan zona inti.

Maka dari itu, penataan menjadi bagian penting, mengingat pihaknya juga tengah menyusun pengembangan kawasan Pantai Selatan (Pansela) Bumi Projotamansari.

"Agar Gumuk Pasir bisa tumbuh, maka perlu dilakukan penyesuaian rute. Kemarin sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan komunitas dan paguyuban jeep wisata di Parangtritis. Jadi, ke depan akan diimplementasikan karena memang kita programnya (penataan Pansela) terus berjalan," ucap dia, kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Koordinasi dan survei lapangan pun telah beberapa kali dilakukan bersama paguyuban serta komunitas jeep setempat.

Bahkan, ke depan masih ada pertemuan antara pihaknya dengan komunitas pengelola jeep wisata Gumuk Pasir.

Setidaknya ada sekitar ratusan unit jeep wisata yang berada di kawasan tersebut.

Rencananya, dalam waktu dekat akan dilakukan uji coba tahap pertama.

Jalur jeep wisata ke depan diharapkan sepenuhnya berada di luar zona inti (sisi timur dan barat), sementara zona inti hanya diperuntukkan bagi aktivitas jalan kaki wisatawan jika kondisinya telah pulih.

"Prinsip kita kan win-win solution antara komunitas dengan kita mencari jalan terbaiknya di mana. Itu nanti keputusannya kalau akan diimplementasikan apakah rutenya yang kemarin sudah sesuai atau perlu dilakukan modifikasi lagi," papar Ari.

Adapun perubahan rute ini dalam rangka agar gumuk pasir bisa tumbuh kembali.

Pihaknya mengkhawatirkan apabila Gumuk Pasir terus terinjak-injak oleh jeep wisata, maka proses pertumbuhannya akan terganggu.

Baca juga: Kebakaran di Gudang Pembelahan Mobil Bekas di Pendowoharjo Bantul, Diduga Karena Korsleting

Proyek Restorasi

Restorasi kawasan geoheritage Gumuk Pasir ini merupakan proyek jangka panjang yang dilakukan secara bertahap.

Meliputi pembongkaran rute hingga pembersihan vegetasi (pohon) yang menghalangi pergerakan angin pembentuk gumuk.

Dikatakannya, untuk pemangkasan pohon dan penghilangan vegetasi pengganggu sudah dimulai sejak 2024.

Kendati begitu, Pemkab Bantul melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul akan kembali melakukan pembersihan dan pemangkasan pohon di zona inti pada Juli 2026.

"Dan pada 2027, kami coba anggarkan kembali. Insyaallah, kami fasilitasi melalui Danais. Jadi, intinya ini penataan aktivitas tetap diperbolehkan, tapi rutenya harus disesuaikan dengan koordinasi bagaimana agar Gumuk Pasir di zona inti terus tumbuh," tutur dia.

Saat ini, pihak pemerintah masih akan melakukan pertemuan lanjutan dengan komunitas untuk mematangkan keputusan akhir, apakah akan menggunakan rute alternatif yang sudah disurvei sebelumnya atau memerlukan sedikit modifikasi demi kebaikan bersama. 

"Harapannya dengan ada penataan jeep ini, proses restorasi Gumuk Pasir dapat berjalan dengan baik, ekosistem dapat terjaga. Tetapi, yang tidak kalah penting dalam proses ini adalah penataan," tutupnya .(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.