Gelandang Kanada, Ismael Kone, mengalami patah tulang kaki saat timnya meraih kemenangan 6-0 atas Qatar di Vancouver.
Kone terlibat benturan dengan pemain Qatar, Assim Madibo, yang kemudian dijatuhi hukuman karena melakukan pelanggaran pada menit ke-50 pertandingan.
Pemain-pemain yang berada paling dekat dengan Kone bereaksi terkejut ketika melihat kondisi kaki kirinya. Tim medis segera mengangkat Kone ke atas tandu dan memberinya oksigen. Saat dibawa keluar lapangan, Kone memberikan isyarat jempol kepada penonton yang memberinya tepuk tangan penghormatan.
Madibo tampak terpukul oleh kejadian tersebut. Wasit Cristian Marcelo Garay Reyes awalnya hanya memberikan kartu kuning, namun setelah tinjauan VAR, kartu tersebut diubah menjadi kartu merah.
Beberapa menit kemudian, gelandang Nathan Saliba mengangkat kaus Kone sebagai bentuk penghormatan setelah mencetak gol keempat untuk Kanada.
Pertandingan berakhir dengan ketegangan di pinggir lapangan, ketika kedua tim terlibat adu argumen yang tampaknya dipicu oleh jabat tangan tegang antara pelatih Jesse Marsch dan Julen Lopetegui.
“Ismael adalah anak yang luar biasa, dia tidak sempurna tapi itulah yang membuat kami menyayanginya,” ujar pelatih kepala Kanada, Marsch, seusai pertandingan. “Dia bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan pemain lain. Dia mencerminkan semangat tim ini. Dia adalah pemain terbaik kami saat melawan Bosnia. Ini kehilangan besar bagi kami. Hati kami bersamanya, tapi anak itu memiliki masa depan yang besar.”
Kone bermain untuk klub Serie A, Sassuolo, dan dalam beberapa bulan terakhir menjadi sorotan di bursa transfer dengan sejumlah klub besar Eropa dikabarkan tertarik pada pemain berusia 24 tahun itu. Piala Dunia ini merupakan yang pertama baginya.
Pemain bertahan tengah, Moise Bombito, menambahkan: “Cedera Ismael adalah kehilangan besar bagi kami, tidak diragukan lagi. Dia adalah pribadi yang luar biasa dan akan sangat kami rindukan. Kami hanya harus membuatnya bangga.”