Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Stok Minyakita di pasar tradisional Kota Bandung, saat ini mulai langka dan jika tersedia pun harganya mahal dan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan oleh pemerintah.
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Minyakita di sejumlah kios Pasar Kiaracondong tampak kosong, padahal biasanya pedagang kerap memajang minyak goreng yang diluncurkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu.
Selain di Pasar Kiaracondong, para pedagang di Pasar Ciwastra juga mayoritas tidak memiliki stok Minyakita. Sedangkan jika ada yang menjual, harganya Rp 21 ribu per liter atau jauh di atas HET yakni Rp 15.700 per liter.
"Sudah sebulan lebih Minyakita kosong, tidak ada yang kirim, tapi tidak tahu kenapa," ujar pedagang di Pasar Kiaracondong, Agus (46) saat ditemui di kiosnya, Jumat (19/6/2026).
Dia mengatakan, sebelum Minyakita tersebut langka, pengiriman dari pihak distributor ke para pedagang juga dibatasi, sehingga banyak konsumen yang sulit untuk mendapatkan minyak tersebut.
"Pengiriman dijatah 5 karton hanya sedikit, jadi suka langsung habis. Nah sekarang tidak ada stok, banyak pembeli yang nanyain karena kan harganya murah," katanya.
Sementara pedagang di Pasar Ciwastra, Yuyu (57) mengatakan, saat ini pihaknya sudah mendapatkan stok Minyakita tersebut dari distributor dengan jumlah yang cukup banyak atau sesuai dengan permintaan.
"Kemarin hanya dikasih 10 karton, sekarang bisa dapat 60 sampai 70 karton. Satu karton saya beli Rp 228 ribu terus dijual dengan harga Rp 21 ribu per liter," ucap Yuyu.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurdin mengatakan, pihaknya akan segera menelusuri penyebab kelangkaan Minyakita dan harganya yang tak sesuai HET tersebut.
"Nanti akan kita cek dulu ke lapangan untuk memastikan terkait hal itu. Iya akan melakukan monitoring ke setiap pasar," katanya.