Baru 27 Laga, Piala Dunia 2026 Sudah Banjir Kartu Merah dan Gol Bunuh Diri, Lampaui Edisi Sebelumnya
Muhammad Nursina Rasyidin June 19, 2026 06:25 PM

TRIBUNNEWS.COM - Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan format baru dengan 48 peserta, tetapi juga didukung berbagai teknologi modern yang membantu jalannya pertandingan menjadi lebih akurat dan transparan.

Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) serta goal-line technology menjadi bagian penting dalam membantu wasit mengambil keputusan krusial di lapangan. 

Anggota Spieltag Indonesia, Arnan Haris, menilai perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam penyelenggaraan Piala Dunia.

Menurutnya, penggunaan VAR dan goal-line technology membuat keputusan wasit menjadi lebih valid dibanding era sebelumnya yang masih sepenuhnya mengandalkan penilaian manusia.

"Kalau dari segi teknologi jelas adanya VAR dan goal-line technology yang mulai digunakan sejak Piala Dunia 2014. Teknologi itu sangat membantu membuat pertandingan menjadi lebih adil dan keputusan wasit lebih valid," ujarnya dalam podcast Super Taktik Tribunnews yang digelar di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Akal-akalan FIFA di Piala Dunia 2026, Kantongi Rp158 Triliun saat Kota Tuan Rumah Malah Merugi

PENJUALAN JERSEY - Calon pembeli memilih berbagai jersey tim nasional di Jakarta Football Shop, Jakarta, Selasa (16/6/2026). Perhelatan Piala Dunia 2026 mendorong peningkatan penjualan jersey tim nasional yang dijual dengan harga dari Rp500 ribu hingga lebih dari Rp1 juta per jersey. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PENJUALAN JERSEY - Calon pembeli memilih berbagai jersey tim nasional di Jakarta Football Shop, Jakarta, Selasa (16/6/2026). Baru 27 laga, Piala Dunia 2026 sudah mencatat enam kartu merah dan enam gol bunuh diri yang melampaui edisi sebelumnya. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Di balik kemajuan teknologi tersebut, Piala Dunia 2026 menghadirkan fenomena lain yang cukup menarik untuk diulas.

Meski baru memasuki pekan kedua fase grup dengan total 27 pertandingan, jumlah kartu merah yang keluar sudah mencapai enam kartu.

Angka tersebut sudah melampaui total kartu merah yang tercipta sepanjang Piala Dunia 2022 di Qatar maupun Piala Dunia 2018 di Rusia yang masing-masing hanya menghasilkan empat kartu merah selama turnamen berlangsung.

Terbaru, dua kartu merah terjadi dalam pertandingan Kanada melawan Qatar dalam lanjutan fase Grup B, Jumat (19/6/2026).

Dalam laga yang berlangsung di Stadion BC Place Vancouver, Kanada, dua pemain Qatar yakni Homam Ahmed dan Assim Madibo harus meninggalkan lapangan lebih cepat.

Baca juga: Akal-akalan FIFA di Piala Dunia 2026, Kantongi Rp158 Triliun saat Kota Tuan Rumah Malah Merugi

Jumlah kartu merah di Piala Dunia 2026 berpotensi melampaui catatan Piala Dunia 2014 di Brasil.

Saat itu, Piala Dunia 2014 diwarnai 10 kartu merah yang hingga kini masih menjadi salah satu edisi dengan jumlah kartu merah terbanyak dalam satu turnamen.

Selain banjir kartu merah, Piala Dunia 2026 juga diwarnai banyaknya jumlah gol bunuh diri.

Sejauh ini, sudah tercipta enam gol bunuh diri.

Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan total gol bunuh diri di Piala Dunia 2022 yang hanya menghasilkan dua insiden.

Dengan masih banyak pertandingan tersisa, bukan tidak mungkin jumlah gol bunuh diri maupun kartu merah di Piala Dunia 2026 akan terus bertambah.

(Tribunnews.com/Isnaini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.