Visitasi Hotel, Tim Landis Sektor 3 Madinah Pastikan Jamaah Lansia dan Disabilitas Layak Terbang
Sakinah Sudin June 19, 2026 07:22 PM

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 3 Madinah terus bergerak cepat memberikan pelayanan kepada jamaah haji lansia dan disabilitas menjelang kepulangan ke Tanah Air.

Pelayanan melalui visitasi langsung ke hotel-hotel tempat jamaah menginap untuk memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan mereka mengikuti penerbangan pulang.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Diwan Rise Hotel yang menjadi tempat menginap Kloter 70 Embarkasi Solo (SOC), Kamis (18/6/2026). 

Di kamar 220 hotel tersebut, petugas mendapati jamaah lansia Karsim Amadyuki dalam kondisi menurun atau drop.

Tim Landis bersama dokter, Perawat Haji Daerah (PHD), dan petugas kloter kemudian memberikan pendampingan serta membujuk jamaah untuk mengonsumsi bubur agar kondisi kesehatannya membaik.

Ketua Kloter SOC 70 Ahmad Rofik Sidqi mengaku sangat terbantu dengan kehadiran petugas Landis yang aktif melakukan pemantauan dan pelayanan.

"Alhamdulillah jamaah yang membutuhkan perawatan ekstra bisa terlayani dengan baik dan koordinasi berjalan lancar," ujar Ahmad Rofik Sidqi.

Manfaat pelayanan Landis juga dirasakan oleh Chairul Anam, jamaah yang sempat mengalami stroke selama menjalankan ibadah haji.

Ahmad Rofik Sidqi bersyukur karena tetap dapat menjalankan ibadah dengan bantuan petugas.

"Alhamdulillah ibadahnya tercapai dan bisa masuk Raudah menggunakan kursi roda dengan bantuan petugas," katanya.

Koordinator Landis Sektor 3 Daker Madinah Dicky Azis Gunawan mengatakan pelayanan pada jamaah gelombang kedua kini lebih difokuskan pada kesiapan jamaah untuk kembali ke Indonesia.

Menurutnya, jika pada gelombang pertama pelayanan lebih diarahkan agar jamaah mampu menjalankan rangkaian ibadah haji, maka pada gelombang kedua fokus utama adalah memastikan jamaah dalam kondisi layak terbang atau fit to flight.

"Artinya mereka harus sehat untuk bisa pulang ke tanah air tanpa ada yang tertinggal atau tanazul di akhir operasional haji," jelas Dicky.

Ia mengatakan tim Landis kini melakukan pendekatan yang lebih proaktif dengan mendatangi hotel-hotel jamaah secara rutin.

Petugas juga telah berkoordinasi sejak awal dengan ketua kloter dan dokter kloter untuk memantau kondisi jamaah yang memerlukan perhatian khusus.

Jika ditemukan jamaah yang sakit, petugas langsung melakukan penanganan ataupun merujuk ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

Sementara bagi jamaah yang belum mampu berjalan ke Masjid Nabawi, petugas membantu proses pendorongan kursi roda bersama pembimbing ibadah.

Dicky menyebut langkah tersebut dilakukan agar masa tinggal jamaah selama lima hingga delapan hari di Madinah tetap menjadi pengalaman ibadah yang berkesan.

Ia juga mengungkapkan kondisi jamaah gelombang kedua yang tiba di Madinah relatif lebih baik dibandingkan gelombang pertama.

Menurutnya, sebagian besar jamaah yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan penanganan selama berada di Makkah.

"Alhamdulillah yang datang ke Madinah mayoritas dalam kondisi lebih baik dan jika ada yang sakit kami segera rujuk ke rumah sakit," ungkapnya.

Tim Landis Sektor 3 setiap hari melayani sekitar 20 hingga 30 jamaah lansia dan disabilitas yang tersebar di berbagai hotel di Madinah.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kesehatan serta melakukan koordinasi dengan pembimbing ibadah dan petugas kloter.

Melalui pelayanan yang semakin intensif tersebut, PPIH berharap seluruh jamaah lansia dan disabilitas dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan baik serta kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat walafiat. (hasim arfah/mch 2026)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.