Jepang Diprediksi Lanjutkan Tren Positif Saat Hadapi Tunisia di Piala Dunia 2026
Asmadi Pandapotan Siregar June 19, 2026 09:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim nasional Jepang diprediksi akan melanjutkan tren positifnya saat menghadapi Tunisia dalam lanjutan Grup F Piala Dunia 2026 yang digelar Minggu (21/6/2026) pukul 11.00 WIB.

Skuad asuhan Hajime Moriyasu saat ini tengah berada dalam performa impresif dengan catatan tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir. Kekalahan terakhir Jepang terjadi pada 9 Desember 2025 saat takluk 2-0 dari Amerika Serikat.

Usai kekalahan tersebut Takefusa Kubo langsung tancap gas, tak terkalahkan di delapan pertandingan selanjutnya. 

Mulai dari Brazil yang harus takluk 3-2, Inggris kalah 1-0 hingga pertandingan terakhir di laga perdana Piala Dunia 2026 pun mampu menahan imbang Belanda 2-2.

Pelatih sekaligus pemain PS. Pemkot yakni Eriyanto, dalam podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal mengatakan rasa optimisnya Jepang mampu meraih kemenangan perdananya.

"Prediksi saya, Jepang bisa menang 2-0. Ini karena kedalaman skuad Jepang masih lebih kuat dibanding Tunisia, ditambah faktor pengalaman dan stabilitas tim. Banyak orang mungkin tidak memahami bahwa kekuatan sepak bola Jepang saat ini bukan hanya terletak pada kualitas pemainnya, tetapi juga pada sistem dan pembinaan yang mereka miliki," ujar Eryanto, Jumat (19/6/2026).

Eryanto mengatakan aat ini Jepang merupakan perwakilan Asia yang saat ini belum tergeserkan, dengan materi pemain yang berkualitas, tingkat disiplin yang luar biasa, dan kemampuan individu para pemainnya

"Hampir semua pemain yang bermain di luar Jepang, memiliki peran penting di klub masing-masing. Ada Ayase Ueda yang bermain di Feyenoord, dan Takefusa Kubo di Real Socieadad. Pemain-pemain yang sangat punya peranan, dalam sepak bola Jepang saat ini," bebernya.

Tiga poin bagi Jepang pun bukan hal yang tidak mungkin terlebih melihat Tunisia dalam tiga laga terakhirnya, harus merasakan 11 kali kebobolan dengan hanya mencetak satu gol ke gawang lawan.

Kekalahan pada laga perdananya di Piala Dunia 2026 melawan Swedia dengan skor 5-1 pun, menjadi sinyal bagi permainan dan lini belakang yang tampil kurang solid.

Terlebih pemecatan pelatih di awal Piala Dunia 2026 Sabri Lamouchi, digantikan Herve Renard juga menjadi sorotan terkait dengan skema permainan yang belum matang jelang mengahadapi Jepang.

"Saya rasa ini kesempatan bagi Jepang, untuk memanfaatkan kondisi Tunisia yang sedang rapuh. Kalau kita lihat dari rekor pertemuan kedua tim, Jepang menang dua kali, Tunisia menang dua kali, dan satu kali berakhir imbang. Jadi, artinya rekor kedua tim cukup seimbang. Apakah pergantian pelatih akan memengaruhi hasil pertandingan nanti? Saya rasa sangat berpengaruh," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.