Sigi (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera memulai pembangunan hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kepala BNPB Suharyanto mengaku memberikan pilihan kepada korban bencana gempa bumi untuk tinggal di huntara atau memperoleh dana tunggu hunian yang diterima setiap bulan selama tiga bulan.

"Jadi kami tawarkan bagi yang tidak mau masuk huntara akan diberikan dana tunggu hunian satu kepala keluarga Rp600 ribu per bulan," katanya saat ditemui awak media di Nokilalaki, Sigi, Jumat.

Ia mengemukakan pemberian dana tunggu hunian itu merupakan hal yang juga diberlakukan saat terjadi bencana di daerah lain.

"Dana tunggu hunian ini diberikan sampai selesai rumah mereka yang rusak berat itu dibangun kembali," ucapnya

Ia menuturkan hingga saat ini sudah meminta pemerintah daerah setempat segera merampungkan data rumah rusak berat maupun sedang.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sigi, hingga Jumat (19/6) total rumah rusak akibat bencana gempa bumi di daerah itu mencapai 2.319 unit, terdiri atas rusak ringan 1.966 unit, rusak sedang 219 unit, dan rusak berat 134 unit.

Jumlah korban terdampak sebanyak 8.586 jiwa dengan 2.762 kepala keluarga.

Gempa bumi dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sigi, Parimo, Donggala, dan Kota Palu, Sulteng, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.