Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Kesibukan ruang keberangkatan internasional Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah menghadirkan kisah unik dari seorang petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) Daker Bandara yang dikenal piawai membantu jemaah haji Indonesia mengatasi masalah kelebihan bagasi.
Petugas tersebut adalah Peltu M. Firdaus yang setiap hari berjibaku membantu jemaah agar barang bawaan mereka dapat lolos pemeriksaan sebelum terbang kembali ke Indonesia.
Dengan gerakan cepat dan cekatan, Firdaus tampak memilah berbagai pakaian dan gamis yang dibawa jemaah sebagai oleh-oleh untuk keluarga di Tanah Air.
Setelah memilih pakaian yang sesuai, ia kemudian membantu memakaikan gamis tersebut kepada jemaah secara berlapis-lapis untuk mengurangi berat bagasi kabin maupun bagasi tentengan.
"Kadang sampai sembilan atau sepuluh lapis," ujar Firdaus sambil tersenyum di Bandara Madinah, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, cara tersebut menjadi salah satu solusi yang sering dilakukan ketika jemaah membawa terlalu banyak oleh-oleh dan barang bawaan melebihi ketentuan maskapai.
Baca juga: Kisah Satu Keluarga Besar 42 Orang Naik Haji Bersama dari Dieng Banjarnegara, Semuanya Petani
Firdaus mengatakan dirinya kerap mengajak jemaah menuju sudut ruang tunggu agar proses mengenakan pakaian tambahan dapat dilakukan dengan lebih leluasa.
"Kadang kami bawa jemaah ke pojokan ruang tunggu agar bisa lebih banyak memakai baju gamis untuk oleh-oleh keluarga mereka di Indonesia," katanya.
Ayah tiga anak yang sehari-hari bertugas di Mabes TNI itu mengaku sudah terbiasa membantu jemaah menghadapi persoalan over bagasi menjelang kepulangan.
"Saya memang mendandani jemaah haji kita agar barang-barang bawaan mereka bisa lolos pemeriksaan di keberangkatan internasional, khususnya penumpang Saudi Airlines," ujarnya.
Ia menjelaskan pemeriksaan barang bawaan penumpang maskapai Saudi Airlines cenderung lebih ketat dibandingkan maskapai lainnya.
Karena itu, banyak jemaah yang harus mencari cara agar barang bawaan tetap dapat dibawa pulang tanpa melanggar ketentuan penerbangan.
Firdaus mengaku merasa bangga ketika dapat membantu jemaah membawa pulang oleh-oleh yang telah mereka beli selama berada di Tanah Suci.
Baca juga: Boneka Unta Jadi Buruan Jamaah Haji di Masjid Al Markaz Maros, Harga Mulai Rp35 Ribu
Menurutnya, kebahagiaan terbesar justru dirasakan ketika melihat senyum jemaah setelah berhasil melewati pemeriksaan keamanan bandara.
"Ada kebanggaan tersendiri saat mereka melambaikan tangan dan menyampaikan terima kasih," ungkapnya.
Di balik kesibukan tersebut, tak jarang muncul momen-momen lucu yang mengundang tawa antara petugas dan jemaah.
Beberapa jemaah perempuan bahkan harus mengenakan hingga sepuluh lapis pakaian sehingga tubuh mereka tampak jauh lebih besar dari biasanya.
Firdaus mengatakan ada pula jemaah yang awalnya malu mengenakan pakaian berlapis-lapis karena terlihat tidak biasa.
Namun demi bisa membawa pulang oleh-oleh untuk keluarga tercinta di Indonesia, mereka akhirnya bersedia mengikuti saran petugas.
"Ada yang baju diikatkan di perut, ada yang dikalungkan di leher, pokoknya yang penting lolos pemeriksaan. Nanti setelah naik pesawat baru diatur lagi," tuturnya.
Bagi Firdaus, membantu jemaah tidak hanya soal memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan yang penuh keikhlasan.
Petugas PPIH Arab Saudi yang baru pertama kali bertugas di musim haji itu mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari pelayanan yang memberikan kesan mendalam bagi jemaah Indonesia.
Di tengah padatnya operasional pemulangan jemaah haji, sosok Peltu M. Firdaus menjadi salah satu wajah pelayanan yang menghadirkan solusi, senyum, dan ketenangan bagi para tamu Allah yang akan kembali ke Tanah Air.(hasim arfah/mch 2026)