Grid.ID – Profil Christian Pulisic saat ini menjadi sorotan penggemar sepak bola jelang pertandingan Amerika Serikat vs Australia di lanjutan babak penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 pada Sabtu (20/6/2026).
Profil Christian Pulisic selalu menarik untuk dibahas lantaran pemain berjuluk Captain America ini merupakan salah satu tulang punggung Amerika Serikat untuk dapat melaju jauh di Piala Dunia 2026.
Membahas profil Christian Pulisic tidak bisa lepas dari perjalanan kariernya di klub maupun Timnas Amerika Serikat yang dimulainya sejak usia belia.
Christian Mate Pulišić lahir di Hershey, Pennsylvania, Amerika Serikat pada 18 September 1998. Pemain bertinggi 178 cm ini menempati posisi penyerang sayap kanan. Saat ini ia membela klub Liga Italia, AC Milan.
Melansir laman Transfermarkt, bakat sepak bola rupanya mengalir dari sang ayah, Mark Pulisic, mantan pemain yang kini menjadi asisten pelatih Pittsburgh Riverhounds SC.
Sebelum berkarier di Eropa, Pulisic mengasah bakat sepak bolanya bersama Brackley Town, Michigan Rush, dan Pennsylvania Classics sebelum akhirnya bergabung dengan akademi Borussia Dortmund pada tahun 2015. Ia dengan cepat menembus tim utama Dortmund dan menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di Bundesliga kala itu.
Di Borussia Dortmund lah Pulisic menjadi incaran klub-klub raksasa Eropa. Langkah besar dalam kariernya terjadi Ketika ia memutuskan bergabung dengan klub Liga Inggris, Chelsea pada tahun 2019 dengan nilai transfer fantastis sebesar 64 juta euro (sekira Rp1,3 triliun).
Bersama tim The Blues, Christian Pulisic menyumbangkan sejumlah trofi bergengsi, yakni Liga Champions 2020/2021, UEFA Super Cup 2021/2022, dan Piala Dunia Antarklub 2021.
Pencapaian ini sekaligus menjadikan pemain 27 tahun ini sebagai salah satu pemain Amerika Serikat dengan koleksi trofi Eropa paling mentereng sepanjang sejarah.
Setelah beberapa musim membela Chelsea, Christian Pulisic memutuskan untuk pindah ke Liga Italia dengan bergabung ke AC Milan pada musim panas 2023. Kariernya Kembali bersinar dengan konsisten didapuk jadi lini serang Milan. Ia mempersembahkan sejumlah gelar domestik seperti Trofeo Silvio Berlusconi dan Supercoppa Italiana.
Di level timnas, perjalanan Christian Pulisic bersama Amerika Serikat juga tidak kalah mengesankan. Ia telah membela tim senior selama hampir 15 tahun. Deretan penghargaan pun dipersembahkannya, termasuk tiga trofi Concacaf Nations League.
Konsistensi dan loyalitasnya terhadap timnas Amerika Serikat membuatnya dipercaya menyangdang ban kapten, peran yang juga diembannya di Piala Dunia 2026.
Selain profil Christian Pulisic yang cemerlang, namanya juga identik dengan julukan Captain America. Bukan tanpa alasan hingga ia disamakan dengan tokoh superhero itu, karena ia menjadi tulang punggung timnas Amerika Serikat sejak dini.
Julukan Captain America ini semakin ramai digaungkan sejak Pulisic bergabung dengan Chelsea. Julukan ini bahkan kerap diucapkan rekan-rekan setimnya di ruang ganti maupun di hadapan media Amerika Serikat.
Kendati demikian, keikutsertaan Christian Pulisic di laga Amerika Serikat vs Australia di Piala Dunia pada Sabtu (20/6/2026) nanti masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, ia belakangan mengalami kendala fisik.
Melansir Daily Mail, Pulisic dikabarkan berlatih terpisah dari pemain timnas Amerika Serikat karena masalah betis. Meskipun sempat melakukan pemanasan bersama pemain lainnya, ia kemudian masuk ke dalam pusat kebugaran untuk berlatih mandiri.
Timnas Amerika Serikat sendiri saat ini menempati puncak klasemen Grup D Piala Dunia 2026 dengan perolehan 3 poin. Disusul Australia yang menempati posisi kedua dengan poin sama.
Juru kunci klasemen Grup D ditempati Turki dan Paraguay yang sama-sama belum mengantongi poin satu pun.