WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Ketegangan membayangi proses hukum kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dua tersangka utama, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, terpaksa dirawat inap di Gedung Anton Soedjarwo, RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, setelah kondisi kesehatannya diperiksa intensif pada Jumat (19/6/2026) malam, jelang diserahkan ke kejaksaan.
Langkah ini diambil bukan atas dasar permintaan politis, melainkan murni rekomendasi mutlak dari tim medis yang memeriksa keduanya.
Baca juga: Refly Harun Ngamuk Roy Suryo dan dr Tifa Dipakaikan Rompi Oranye: Mereka Pejuang, Bukan Kriminal!
Penolakan Roy Suryo dan Kursi Roda Dokter Tifa
Kuasa hukum kedua tersangka, Refly Harun, mengungkapkan bahwa suasana di dalam rumah sakit sempat diwarnai penolakan.
Roy Suryo awalnya bersikeras menolak untuk dirawat inap dan ingin melanjutkan proses hukum.
Namun, setelah melalui diskusi emosional dan konsultasi mendalam dengan istri serta tim hukumnya, mantan Menpora tersebut akhirnya melunak demi kesehatannya sendiri.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, Mas Roy tidak mau dirawat inap. Tetapi setelah berkonsultasi dengan istrinya dan lawyer, akhirnya bersedia," kata Refly di hadapan awak media.
Kondisi lain yang memprihatinkan terlihat pada Dokter Tifa.
Perempuan yang aktif di media sosial itu sempat dibawa dengan menggunakan kursi roda dari Polda Metro Jaya.
Baca juga: Alasan Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Polda Metro Buka Suara Usai Protes Refly Harun
Stres Tingkat Tinggi dan Misteri Penyakit Bawaan
Menurut Refly, ambruknya kondisi fisik Dokter Tifa dipicu oleh tekanan mental yang luar biasa.
Sebelum menghadapi pemeriksaan polisi, Dokter Tifa baru saja menyelesaikan ujian kedokteran yang menguras energi melalui Zoom, karena tidak bisa dihadiri langsung.
"Kenapa sempat pakai kursi roda? Penyakit bawaannya, salah satunya GERD-nya kambuh. Kenapa kambuh? Karena dia tidak makan dari pagi dan menghadapi stres yang tinggi karena ujian. Kita pahami ujian kedokteran kan infrastrukturnya harus lengkap. Alhamdulillah ujian tetap terlaksana, tapi dalam kondisi yang stressful dan tidak nyaman," jelas Refly.
Sementara itu, mengenai penyakit bawaan Roy Suryo, Refly enggan membuka rekam medis kliennya secara gamblang ke publik.
Namun, ia memberikan sebuah petunjuk misterius yang memantik rasa penasaran.
"Sakitnya kurang lebih sama dengan saya. Sakit yang sebenarnya justru diteliti oleh Dokter Tifa sendiri. Ketika diperiksa, (indikasinya) waduh tinggi sekali. Akhirnya dokter bilang tidak bisa, harus rawat inap," tambahnya.
Momen kepindahan kedua tersangka ke RS Polri sempat diwarnai riuh teriakan histeris dari para simpatisan yang berkerumun di area rumah sakit, menuntut agar Roy Suryo segera dibebaskan.
Menanggapi situasi medis ini, Roy Suryo hanya melempar pernyataan singkat dari balik pengawalan ketat personel Polda Metro Jaya.
"Hasil pemeriksaan, tanyakan penyidik!"