Mahasiswa Ingatkan DPR dan Pemerintah: Jangan Main-Main Isu Perut Rakyat
Acos Abdul Qodir June 20, 2026 04:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, mengingatkan DPR dan pemerintah agar tidak mengabaikan persoalan yang menyangkut kebutuhan hidup masyarakat, terutama harga kebutuhan pokok dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Pernyataan itu disampaikan Dhenni usai mengikuti audiensi tertutup bersama perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dengan pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026) malam.

Saat menyampaikan hasil audiensi, Dhenni tampak mengenakan jaket almamater biru dengan ban lengan putih bertuliskan "PRESMA". Di sampingnya berdiri perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi, termasuk HMI-MPO, dengan raut serius saat menjelaskan tuntutan kepada DPR dan pemerintah.

"Isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena," kata Dhenni.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama mahasiswa setelah menyampaikan aspirasi mereka kepada pimpinan DPR menyusul aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI sejak Jumat sore.

Soroti BBM Subsidi dan Kebutuhan Pokok

Dhenni mengatakan mahasiswa berharap DPR dapat menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menjadi penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

Menurut dia, sebagian besar tuntutan mahasiswa telah disampaikan dalam audiensi yang berlangsung sekitar 1,5 jam, mulai pukul 18.00 WIB hingga 19.30 WIB.

Baca juga: Warga hingga Ojol Bagikan Air Minum ke Mahasiswa Trisakti yang Jalan Kaki ke Gedung DPR

Mahasiswa, kata Dhenni, akan terus mengawal tindak lanjut dari tuntutan tersebut, terutama yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Salah satunya yang bersinggungan langsung kepada masyarakat, yaitu terkait dengan kelangkaan BBM subsidi," ujarnya.

Selain persoalan energi, mahasiswa juga menyoroti kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang menjadi bagian dari tuntutan aksi mereka.

Audiensi Tertutup di Gedung Kura-kura

Pertemuan berlangsung secara tertutup di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara I DPR RI atau yang dikenal sebagai Gedung Kura-Kura.

Sebelum audiensi dimulai, petugas keamanan DPR meminta awak media menunggu di luar ruangan dan menyampaikan bahwa hasil pertemuan akan dijelaskan melalui konferensi pers.

Audiensi tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa. Turut hadir Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath, serta Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Nazaruddin Dek Gam.

Sebelum memasuki ruang pertemuan, Saan menegaskan DPR ingin mendengar langsung aspirasi mahasiswa.

"Nanti kita ketemu dulu, kita dengarkan aspirasinya," kata Saan.

Sementara perwakilan mahasiswa yang mengikuti audiensi berasal dari Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, serta HMI-MPO.

Di luar ruang pertemuan, kawasan Gedung Nusantara I tampak dijaga personel kepolisian dan petugas pengamanan dalam DPR.

DPR Janji Teruskan Aspirasi

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam audiensi telah diterima dan akan diteruskan kepada pemerintah.

Menurut Dasco, keterbatasan waktu membuat pembahasan belum dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga komunikasi lanjutan akan tetap dibuka.

"Kami telah melakukan komunikasi, berinteraksi dengan sangat baik, dan karena memang kemudian waktu yang membatasi, sehingga kemudian kami akan ke depan lebih banyak berkomunikasi dengan teman-teman dari adik-adik mahasiswa," kata Dasco.

Baca juga: Canda Mensesneg Soal Kegiatan Prabowo: Hari Ini Beliau WFH, Work From Hambalang

Dasco dan Saan Temui Massa Mahasiswa di Depan Gedung DPR

Usai audiensi, Dasco dan Saan tidak langsung meninggalkan kompleks parlemen. Keduanya keluar dari Gedung DPR dan menemui mahasiswa yang masih bertahan di depan gerbang kompleks parlemen di Jalan Jenderal Gatot Subroto.

Sebelumnya, kedua pimpinan DPR tersebut memberikan keterangan pers bersama perwakilan mahasiswa mengenai hasil pertemuan yang berlangsung tertutup.

Setelah itu, Dasco dan Saan berjalan bersama mahasiswa menuju titik aksi. Dalam perjalanan, sejumlah mahasiswa tampak menyampaikan aspirasi secara langsung, termasuk mengenai kondisi fasilitas kesehatan di daerah mereka.

Di bawah pengawalan aparat kepolisian, rombongan berjalan menuju lokasi demonstrasi yang masih dipadati massa mahasiswa.

Setibanya di depan kompleks parlemen, peserta aksi meminta hasil audiensi disampaikan langsung kepada mahasiswa yang tidak mengikuti pertemuan di dalam gedung.

"Kami ini teman-teman mendengarkan langsung," ucap seorang mahasiswa dari atas mobil komando.

Dasco dan Saan kemudian memenuhi permintaan tersebut dengan naik ke mobil komando yang digunakan massa aksi. Keduanya didampingi sejumlah mahasiswa yang sebelumnya mengikuti audiensi di Gedung Nusantara I.

Di tengah kerumunan massa, orator juga mengingatkan peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban.

"Kasih jalan, jangan ada yang anarkis. Kita di sini untuk menyampaikan aspirasi," ujar orator.

Baca juga: Dasco Gelar Pertemuan Tertutup dengan Mahasiswa Pendemo di DPR

Bagian dari Gelombang Aksi Mahasiswa

Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di kawasan DPR RI sejak Jumat petang.

Sejak siang hingga malam, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi di depan kompleks parlemen dengan membawa tuntutan terkait kondisi ekonomi, kebijakan publik, dan supremasi sipil.

Aksi itu merupakan bagian dari gelombang demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah daerah sejak 12 Juni 2026.

Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal hasil audiensi dan mendesak pemerintah segera merespons berbagai persoalan yang mereka nilai berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk kebutuhan pokok dan BBM subsidi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.