TRIBUNKALTIM.CO - Di Jalan Ratu Agung, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) Jumat (19/6/2026) pagi, suasana yang semula biasa berubah menjadi kepanikan yang tak terduga.
Sebuah mobil terparkir dengan mesin masih menyala.
Di dalamnya, seorang balita duduk sendirian.
Baca juga: Awalnya Ada 2 Anak di Mobil, Rupanya Begini Kronologi Balita Terjebak di Kendaraan Terkunci di Kukar
Pintu terkunci otomatis, sementara kunci justru tertinggal di dalam kendaraan.
Detik-detik berikutnya menjadi waktu yang terasa jauh lebih panjang bagi keluarga yang menyadari situasi itu.
Awalnya, tidak ada tanda-tanda bahaya.
Orangtua korban meninggalkan dua anak di dalam mobil dengan mesin tetap menyala agar pendingin udara tetap berfungsi.
Baca juga: Detik-detik Damkar Kukar Selamatkan Balita Terjebak di Mobil Terkunci Otomatis
Sang kakak, yang masih berusia sekitar enam hingga tujuh tahun, diminta menemani adiknya.
Namun satu momen kecil mengubah segalanya.
Saat kakak keluar dari mobil dan menutup pintu, sistem penguncian otomatis langsung bekerja.
Dalam hitungan detik, balita yang masih di dalam terjebak tanpa bisa membuka jalan keluar.
Baca juga: Aksi Cepat Disdamkarmatan Kukar Evakuasi Balita Terkunci di Mobil dalam 6 Menit
Kepanikan pun pecah.
Keluarga berusaha membuka pintu kendaraan dengan berbagai cara, dibantu petugas keamanan di fasilitas terdekat.
Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.
Mobil tetap terkunci rapat, sementara waktu terus berjalan dengan rasa cemas yang semakin menekan.
Baca juga: Balita Meninggal Dunia Terjebak Kebakaran Rumah di Maros, Ayah Sedang Nobar Piala Dunia
Tak ingin mengambil risiko lebih jauh, keluarga akhirnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara.
Laporan masuk sekitar pukul 10.21 WITA.
Tak butuh waktu lama, tim penyelamat bergerak menuju lokasi.
Di tengah situasi yang menegangkan itu, kedatangan petugas menjadi titik balik harapan.
Baca juga: Sempat Terpisah dari Keluarga, Balita 3 Tahun di Melak Kubar Kembali ke Pelukan Orangtuanya
Dengan peralatan khusus di tangan, mereka melakukan asesmen cepat sebelum memulai proses pembukaan pintu kendaraan.
Airbag pembuka celah pintu digunakan untuk memberi sedikit ruang pada bodi mobil, disusul besi pengait yang dimasukkan dengan presisi.
Setiap gerakan dilakukan hati-hati, menghindari risiko kerusakan maupun bahaya bagi anak di dalam.
Enam menit kemudian, yang dinanti akhirnya terjadi.
Baca juga: Wawali Balikpapan Bagus Susteyo Percepat Pendataan Ibu Hamil dan Balita demi Perluasan Penerima MBG
Pintu mobil berhasil dibuka.
Balita itu dievakuasi dalam kondisi selamat.
Tidak ada luka, tidak ada tanda cedera.
Hanya kepanikan yang perlahan berganti lega, terutama bagi keluarga yang sejak awal tak lepas dari rasa cemas.
Baca juga: Wawali Balikpapan Bagus Susteyo Percepat Pendataan Ibu Hamil dan Balita demi Perluasan Penerima MBG
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, kemudian mengingatkan bahwa kejadian seperti ini bisa terjadi dalam hitungan detik dan sering kali tidak disadari sampai semuanya terlambat.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama saat meninggalkan anak di dalam kendaraan, meskipun hanya sebentar.
“Peristiwa seperti ini bisa terjadi kapan saja. Pastikan kunci kendaraan selalu dibawa dan jangan meninggalkan anak sendirian di dalam mobil,” ujarnya.
Hari itu, sebuah pelajaran sederhana kembali mengemuka: bahwa kelengahan sesaat di ruang kecil bernama mobil bisa berubah menjadi kepanikan besar, dan untungnya, masih berakhir dengan selamat. (*)