Kepala BNPB: Warga Sigi Pilih Mengungsi Dekat Rumah, Pemerintah Siapkan Tenda dan Hunian Sementara
Regina Goldie June 20, 2026 08:29 AM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut sebagian besar warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi memilih mengungsi secara mandiri di sekitar rumah mereka dibanding berada di lokasi pengungsian terpusat.

Hal itu disampaikan Suharyanto saat meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Nokilalaki dan Desa Lemban Tongoa, Jumat (19/6/2026).

Menurut Suharyanto, pola pengungsian seperti ini merupakan hal yang lazim terjadi pada bencana gempa bumi, karena masyarakat umumnya ingin tetap berada dekat dengan rumah dan lahan yang mereka miliki.

“Kita lihat masyarakat yang rumahnya rusak berat sudah berpindah ke titik-titik pengungsian yang dianggap aman. Memang tidak ada pengungsian terpusat karena masyarakat tidak mau meninggalkan rumahnya dan memilih tetap berada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka,” ujar Suharyanto.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus menyesuaikan pola penanganan di lapangan, termasuk dengan mendistribusikan tenda ke berbagai titik pengungsian mandiri yang tersebar di sejumlah desa terdampak.

Baca juga: Haru di Tengah Bencana, Kepala BNPB Temui Bayi yang Lahir di Pengungsian Gempa Sigi

Dalam kunjungannya, Kepala BNPB bersama Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae, dan Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi menyalurkan bantuan berupa sembako, tenda pengungsian, serta kebutuhan dasar lainnya kepada masyarakat.

Suharyanto mengakui masih terdapat kekurangan tenda di beberapa lokasi pengungsian. Namun pemerintah pusat bersama Kementerian Sosial, TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Sigi terus melakukan distribusi tambahan secara bertahap.

“Yang kurang-kurang layak ini akan kita lengkapi dengan tenda yang lebih baik sehingga masyarakat bisa tinggal lebih nyaman selama masa tanggap darurat,” katanya.

Selain pemenuhan kebutuhan darurat, BNPB juga memastikan pembangunan hunian sementara segera dilakukan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Hunian sementara tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal yang lebih aman dan layak sambil menunggu proses pembangunan rumah permanen.

Baca juga: Sigi Kembali Diguncang Gempa M 4,6, Bagian dari Rentetan Gempa Susulan

Bagi warga yang memilih tidak menempati hunian sementara, pemerintah akan memberikan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan per kepala keluarga hingga rumah mereka selesai dibangun kembali.

Menurut Suharyanto, hingga saat ini kebutuhan logistik dasar masyarakat terdampak gempa masih dalam kondisi aman dan terkendali berkat kerja cepat pemerintah daerah serta dukungan berbagai pihak.

“Kami melihat kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik. Pemerintah pusat hadir untuk memperkuat apa yang sudah dilakukan pemerintah daerah agar proses pemulihan berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Kunjungan Kepala BNPB ke wilayah terdampak gempa tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan seluruh bantuan dan program pemulihan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan di Kecamatan Nokilalaki dan Desa Lemban Tongoa. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.