Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Momen haru mewarnai kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto di lokasi terdampak gempa Kabupaten Sigi, Jumat (19/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan BNPB bergerak dari Pos Lapangan Kecamatan Nokilalaki menuju sejumlah titik pengungsian mandiri di Desa Banasu dan Desa Lemban Tongoa.
Saat berada di salah satu lokasi pengungsian itulah Suharyanto menerima informasi mengenai seorang ibu yang baru saja melahirkan di tenda darurat.
Saat hendak meninjau salah satu gereja yang mengalami kerusakan akibat gempa, rombongan mendapat informasi mengenai seorang ibu yang baru melahirkan di tenda pengungsian.
Suharyanto bersama rombongan langsung mendatangi lokasi dan melihat kondisi ibu serta bayi yang baru lahir tersebut.
Baca juga: Yuk, Kenalan sama Program Studi di Politeknik Agraria STPN
“Kami kaget karena saat menuju lokasi gereja mendapat informasi ada seorang ibu yang baru saja melahirkan di tenda pengungsian. Kami langsung mampir untuk memastikan kondisinya,” ujar Suharyanto.
Ia mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Sigi dan tenaga kesehatan yang segera memberikan pelayanan kepada ibu tersebut.
Menurutnya, meskipun proses persalinan berlangsung di tenda darurat, kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat.
“Tadi kami lihat bayinya sehat, ibunya juga sehat. Pemerintah daerah dan tenaga medis terus melakukan pemantauan setiap hari untuk memastikan keduanya mendapatkan pelayanan terbaik,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB turut menyerahkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar kepada keluarga bayi yang lahir di pengungsian serta warga lainnya yang berada di sekitar lokasi.
Baca juga: Sigi Kembali Diguncang Gempa M 4,6, Bagian dari Rentetan Gempa Susulan
Selain itu, BNPB juga mendistribusikan tenda pengungsian tambahan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat yang masih mengungsi di sekitar rumah mereka.
Dalam kesempatan itu, BNPB juga memastikan kebutuhan tempat tinggal yang lebih layak segera dipenuhi melalui pembangunan hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Suharyanto menegaskan kondisi tenda darurat hanya bersifat sementara dan pemerintah akan mempercepat pembangunan hunian sementara setelah proses pendataan rampung dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sigi.
Kisah tersebut menjadi salah satu potret ketangguhan masyarakat Sigi yang terus berjuang bangkit di tengah situasi pascabencana. (*)