– Mantan penyerang legendaris asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, saat ini tengah mendapatkan sorotan negatif serta gelombang kritik keras dari para suporter AC Milan.
Ibrahimovic dinilai tidak mampu menjalankan tanggung jawab pekerjaannya dengan baik di jajaran manajemen AC Milan, serta dianggap tampil buruk dalam kiprah terbarunya sebagai komentator Piala Dunia 2026.
Pria berusia 44 tahun tersebut diketahui berhasil selamat dari agenda pemecatan massal di lingkungan manajemen klub pada akhir kompetisi musim 2025-2026.
Langkah perombakan besar-besaran tersebut sebelumnya telah menimpa sejumlah nama penting, mulai dari pelatih Massimiliano Allegri, direktur teknik Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, hingga direktur olahraga Geoffrey Moncada.
Seusai lolos dari pengurangan tenaga kerja, Ibrahimovic kini justru diplot untuk menduduki posisi strategis sebagai tangan kanan dari pemilik sah AC Milan, Gerry Cardinale.
Namun, para pendukung fanatik yang tergabung dalam Milanisti merasa bahwa Ibrahimovic seharusnya ikut didepak karena dipandang tidak mampu memberikan kontribusi kerja yang nyata bagi kapasitas manajemen klub.
Zlatan Ibrahimovic dinilai hanya sekadar banyak berbicara tanpa dibarengi dengan adanya hasil pembuktian kinerja yang memadai selama berada di kursi kepengurusan.
Sebagai contoh, dirinya kedapatan sempat pergi berlibur di momen krusial saat AC Milan tengah dihadapkan pada masalah indisipliner serius yang dilakukan oleh duet pemainnya, Rafael Leao dan Theo Hernandez.
Insiden indisipliner tersebut terjadi pada musim 2024-2025 lalu, di bawah masa kepemimpinan taktis kepelatihan yang saat itu masih dipegang oleh juru taktik Paulo Fonseca.
Tidak hanya sampai di situ, Ibrahimovic juga dituding telah melakukan tindakan "mengkhianati" Fonseca dengan membiarkan sang pelatih sendirian menghadapi kejaran media seusai resmi dipecat.
Tindakan tersebut sangat disayangkan oleh fans karena pada awal musim itu, Ibra secara lantang berkoar-koar menyebut bahwa Fonseca merupakan sosok pelatih yang tepat dan bakal membuat skuad I Rossoneri tampil hebat.
Gelombang kemarahan suporter AC Milan kian memuncak setelah Zlatan Ibrahimovic kedapatan justru tidak menampakkan batang hidungnya untuk bekerja di lingkungan Milanello pada momentum awal musim panas ini.