Cedera Horor Ismael Kone Berbuah Rezeki untuk Sassuolo, FIFA Siapkan Ganti Rugi Miliaran
Muhammad Nursina Rasyidin June 20, 2026 11:10 AM

TRIBUNNEWS.COM - Cedera patah kaki yang dialami gelandang Kanada, Ismael Kone, pada laga Piala Dunia 2026 ternyata tidak hanya berdampak bagi tim nasionalnya. Klub pemilik sang pemain, Sassuolo, juga dipastikan akan menerima kompensasi dari FIFA melalui Program Perlindungan Klub (FIFA Club Protection Programme).

Kone mengalami cedera serius saat Kanada menghancurkan Qatar dengan skor telak 6-0 pada pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Vancouver, Jumat (19/6) pagi WIB.

Enam gol kemenangan Les Rouges diciptakan Cyle Larin (16'), hattrick Jonathan David (29', 45+3', 90+2'), Nathan Saliba (64'), dan own goal dari Mohammad Al Mannai (75').

Kemenangan ini selain menjaga asa lolos ke 32 Besar, juga membuktikan bahwa Kanada tidak bisa dipandang remeh kekuatannya pada Piala Dunia 2026.

"Bagi Kanada, Piala Dunia 2022 kemarin sebagai pengalaman mereka. tetapi yang sekarang, mereka sudah harus ngebuktin, apalagi mereka statusnya sebagai tuan rumah (Piala Dunia 2026-red)," kata football enthusiast, Bayu Ajianto dalam podcast Tribunnews di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Generasi terbaik dalam sejarah sepak bola Kanada juga sudah disiapkan. Dengan grup yang enggak terlalu sulit, saya melihat peluang mereka (Kanada-red) lolos ke fase gugur sangat besar."

"Kanada yang sekarang juga memiliki pemain bagus yang bermain di liga top Eropa. Jesse Marsch sampai bilang, ini adalah skuad terbaik yang pernah dimiliki Kanada," sambungnya.

KANADA VS QATAR - Wanita asal Magelang mengenakan stiker Kanada (kanan) di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026).
KANADA VS QATAR - Wanita asal Magelang mengenakan stiker Kanada (kanan) di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026). (Tribunnews.com/Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

Namun kemenangan Kanada tersebut dibayar mahal dengan cedera patah kaki yang dialami pemain Sassuolo, Ismael Kone.

Insiden mengerikan tersebut terjadi pada awal babak kedua setelah Kone mendapat tekel keras dari gelandang Qatar, Assim Madibo.

Wasit awalnya hanya memberikan kartu kuning, namun keputusan itu berubah menjadi kartu merah usai meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR).

Kone langsung terkapar sambil menahan rasa sakit sebelum akhirnya ditandu keluar lapangan.

Baca juga: Brasil Bangkit di Piala Dunia 2026, Cunha dan Vinicius Bawa Selecao Bungkam Haiti 3-0

Meski mengalami cedera parah, pemain berusia 24 tahun itu masih sempat melambaikan tangan kepada para suporter Kanada yang memberikan tepuk tangan dan meneriakkan namanya saat ia dibawa menuju ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.

Usai pertandingan, pelatih Kanada Jesse Marsch mengungkapkan bahwa cedera tersebut begitu serius hingga orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian mengaku mendengar suara tulang Kone patah.

"Semua orang sangat khawatir dengan situasi itu," ujar Marsch, dikutip dari Sportbible.

Tak lama setelah pertandingan, Kone mengunggah pesan di media sosial yang berisi ucapan terima kasih kepada para penggemar, rekan setim, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan.

Federasi Sepak Bola Kanada kemudian mengonfirmasi bahwa Kone telah menjalani operasi untuk memperbaiki patah tulang pada bagian bawah kaki kirinya.

Dalam pernyataan resminya, Kanada menyebut operasi berlangsung sukses dan sang pemain diperkirakan dapat pulih sepenuhnya.

Marsch menambahkan bahwa operasi berlangsung sekitar satu setengah jam dan ditangani oleh tiga ahli bedah terbaik yang telah bersiap sejak Kone tiba di rumah sakit.

"Kami berdiskusi dengan tim medis kami untuk memastikan operasi adalah pilihan terbaik. Dari penjelasan mereka, kami yakin Ismael berada di tangan yang sangat tepat," kata Marsch.

FIFA Siapkan Ganti Rugi ke Sassuolo

Meski belum ada jadwal resmi mengenai kapan ia bisa kembali bermain, Kone diperkirakan harus menepi selama empat hingga lima bulan.

Absennya Kone dalam waktu lama membuat Sassuolo berhak memperoleh kompensasi dari FIFA melalui Program Perlindungan Klub.

Program tersebut memang dirancang untuk memberikan ganti rugi kepada klub yang kehilangan pemain akibat cedera ketika menjalankan tugas bersama tim nasional.

Perlindungan itu mencakup cedera yang terjadi selama pertandingan, sesi latihan, maupun perjalanan resmi bersama tim nasional, asalkan pemain harus absen lebih dari 28 hari.

Karena diprediksi harus menepi sekitar 150 hari, kasus Kone memenuhi syarat untuk mendapatkan kompensasi tersebut.

Besaran kompensasi dihitung berdasarkan gaji tetap pemain. Kone diketahui menerima bayaran sekitar 22.600 poundsterling per pekan, atau sekitar 3.200 poundsterling (sekitar Rp75,4 juta) per hari.

Dengan ketentuan FIFA yang tidak menghitung 28 hari pertama masa pemulihan, Sassuolo diperkirakan akan menerima kompensasi sekitar 480.000 poundsterling atau setara lebih dari Rp11,3 miliar.

Sementara itu, Sassuolo juga telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kondisi pemainnya.

"Operasi untuk memperbaiki patah tulang pada kaki kiri Ismael Kone berjalan dengan sukses sepenuhnya. Pemain akan memulai program rehabilitasi dalam beberapa hari ke depan," tulis klub asal Italia tersebut.

"Seluruh keluarga besar Sassuolo mendoakan Ismael agar segera pulih dan dapat kembali bermain secepat mungkin."

Di sisi lain, Kanada harus melanjutkan perjuangannya di Piala Dunia 2026 tanpa kehadiran Kone. Tim asuhan Jesse Marsch dijadwalkan menghadapi Swiss di Vancouver pada 25 Juni, pukul 02.00 WIB.

Hasil imbang cukup memastikan diri Kanada lolos ke babak 32 besar. 

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.