Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Wilayah 04 Bandung memperkuat kolaborasi dengan media massa untuk mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat di Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering BNI Wilayah 04 Bandung yang digelar di Seuri Cafe, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).
Area Head BNI Wilayah 04 Bandung, Dony Rachmat Widodo, mengatakan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi perbankan kepada masyarakat, mulai dari program, produk, hingga edukasi pengelolaan keuangan.
"Media itu bagi BNI adalah partner yang strategis untuk menyampaikan hal-hal yang memang perlu disampaikan seperti program, produk, termasuk juga literasi keuangan," kata Dony, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan tidak bisa dilakukan oleh perbankan sendiri. Dukungan media dibutuhkan agar informasi mengenai layanan keuangan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Ia menegaskan BNI memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami pengelolaan keuangan dan pemanfaatan layanan perbankan secara tepat.
"Kami punya kewajiban untuk memberi literasi kepada masyarakat berkenaan dengan keuangan. Sehingga kami sangat membutuhkan pihak media," ujarnya.
Dony menilai sinergi antara perbankan dan media menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan ekonomi daerah.
Selain mempererat hubungan dengan media, kegiatan tersebut juga menjadi sarana berbagi informasi mengenai perkembangan bisnis BNI sepanjang semester pertama 2026.
Menurut Dony, kinerja bisnis BNI hingga pertengahan tahun masih menunjukkan tren positif. Penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga tercatat masih tumbuh dengan baik.
"Sejauh ini penyaluran kredit masih sangat baik. Termasuk juga dana pihak ketiga juga trennya masih bagus," katanya.
Tercatat, hingga Maret 2026, kredit tumbuh 20,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan dana murah (CASA) meningkat 26,6 persen yoy, didukung penguatan fundamental, transformasi bisnis BRAVE, serta kondisi permodalan dan likuiditas yang kuat.
BNI juga memperkuat modal melalui penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) senilai USD700 juta atau sekitar Rp11,9 triliun, sembari terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah melalui pembiayaan, digitalisasi layanan, serta penguatan sektor UMKM, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan perumahan.
Oleh karena itu, pihaknya berharap kerja sama dengan media dapat terus ditingkatkan sehingga upaya edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.