DPRD Jabar Dorong Pengolahan Sampah Organik Jadi Pupuk untuk Kurangi Beban TPA
Siti Fatimah June 20, 2026 11:11 AM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pengolahan sampah organik menjadi pupuk dinilai sebagai solusi strategis, untuk mengurangi persoalan sampah yang semakin kompleks di Jawa Barat. 

Selain mampu menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), langkah tersebut juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi IV dari Fraksi PPP, Uden Dida Efendi, mengatakan sebagian besar sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat merupakan sampah organik yang masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan baik.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak lagi bisa dipandang sebatas urusan membuang limbah. Sampah harus ditempatkan sebagai bagian dari ekonomi sirkular yang dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat, salah satunya pupuk organik.

"Sebagian besar sampah rumah tangga merupakan sampah organik yang sebenarnya dapat diolah kembali dan memiliki nilai manfaat. Dengan mengubah sampah organik menjadi pupuk, volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang secara signifikan, sekaligus menciptakan manfaat bagi sektor pertanian dan lingkungan," ujar Uden, Sabtu (20/6/2025).

Uden menilai, persoalan sampah yang terus meningkat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, upaya pengurangan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Uden pun mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri memisahkan sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan daun-daunan agar dapat diolah menjadi kompos atau pupuk organik.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut akan memberikan dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan di lingkungan masing-masing.

"Mari kita ubah pola pikir bahwa sampah bukan beban, melainkan sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali. Kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari rumah kita sendiri," katanya.

Untuk memperluas gerakan pengolahan sampah menjadi pupuk, Uden menilai pemerintah daerah perlu memperkuat edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah organik.

Selain itu, pemerintah juga perlu menghadirkan fasilitas pengomposan di tingkat desa, kelurahan, sekolah, pasar, hingga kelompok masyarakat agar proses pengolahan sampah dapat dilakukan lebih mudah dan masif.

Uden juga mendorong adanya dukungan bagi bank sampah dan komunitas pengelola sampah melalui berbagai bentuk insentif agar gerakan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurut Uden, keberhasilan pengurangan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat untuk menumbuhkan budaya mengolah sampah di Jawa Barat.

"Dengan kolaborasi yang kuat, pengolahan sampah organik menjadi pupuk tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga dapat mendukung ketahanan pangan serta menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.