TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gelombang pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir mulai memicu keluhan dari masyarakat dan pelaku usaha.
Tidak hanya terjadi di satu daerah, gangguan pasokan listrik dilaporkan meluas hingga mencakup wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Di Solo Raya, pemadaman kembali terjadi pada Jumat (19/6/2026) dan berlangsung di berbagai kawasan permukiman maupun pusat aktivitas ekonomi.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu karena listrik padam berulang kali dengan durasi yang tidak menentu.
Sejumlah minimarket, toko, dan usaha kecil terpaksa mencari cara agar operasional tetap berjalan di tengah situasi yang tidak menentu tersebut.
Salah satu dampak paling terasa dialami pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik untuk melayani pelanggan.
Di kawasan Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, sebuah toko terpaksa mengandalkan genset demi mempertahankan aktivitas penjualan.
Namun penggunaan genset juga tidak sepenuhnya menjadi solusi karena keterbatasan daya dan bahan bakar.
Akibatnya, sejumlah layanan toko tetap mengalami gangguan selama pemadaman berlangsung.
Baca juga: Pemadaman Listrik Bergilir Kembali Ganggu Aktivitas Warga Klaten, Keluhan Mengalir di Media Sosial
Alex, penjaga toko setempat, mengungkapkan bahwa listrik mulai padam sejak sore hari dan belum kembali menyala hingga menjelang malam.
"Iya, sudah lama mati listriknya dari pukul 15.00 WIB sampai sekarang pukul 18.00 WIB belum menyala," ujar Alex pada reporter Tribunnewsmaker.com, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pihak toko terpaksa menyalakan genset untuk menjaga operasional tetap berjalan.
Namun upaya tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu lama karena keterbatasan yang ada.
"Harus pakai genset, tapi nggak bisa tahan lama," ujarnya.
Pemadaman yang berlangsung berjam-jam membuat transaksi penjualan menjadi terganggu dan kenyamanan pelanggan ikut menurun.
Banyak warga berharap pasokan listrik segera kembali normal agar aktivitas sehari-hari tidak terus terhambat.
Situasi ini juga menjadi perhatian karena terjadi di sejumlah daerah secara bersamaan dalam waktu yang hampir berdekatan.
Masyarakat kini menantikan kepastian mengenai penyebab gangguan tersebut sekaligus langkah penanganan agar pemadaman serupa tidak terus berulang.
Tak hanya di Solo, mati listrik juga terjadi di beberapa wilayah Kota Bogor.
Pengusaha-pengusaha ikut terdampak pemadaman listrik ini.
Seperti yang diungkapkan pemilik usaha warung kopi (warkop) di wilayah Bogor Utara, Kota Bogor, Hendi (53).
Terpantau warkop milik Hendi pada Jumat (19/7/2026) malam gelap gulita.
Baca juga: Mati Lampu Dimana-mana, PLN Akhirnya Buka Suara Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
Pencahayaan hanya mengandalkan beberapa lilin dan itu pun masih redup.
Kondisi warkop milik Hendi juga terpantau sepi dari aktivitas pengunjung di tengah mati listrik ini.
"Sangat-sangat merugikan. Enggak tahu pertanggungjawaban pemerintah apa dengan harga semua serba naik, dilema yang terjadi, apa tindakannya. Karena betul-betul menyengsarakan masyarakat ini kalau kayak gini," kata Hendi dengan ekspresi kecewa saat ditemui TribunnewsBogor.com, Jumat (19/6/2026) malam.
Dia mengatakan, mati listrik ini terjadi di wilayahnya di kawasan Pandu Raya sejak sekitar pukul 17.30 WIB sore.
Sampai malam hari, listrik tak kunjung menyala sehingga usaha warkopnya gelap gulita dan sepi pengunjung.
Padahal biasanya, kata dia, di malam hari selalu ada pengunjung, minimal ada 5 - 10 orang.
"Tamu (pengunjung warkop) gak ada yang dateng ini," kata Hendi.
Dalam kurun sebulan terakhir, kata dia, warkopnya sudah tiga kali terdampak pemadaman listrik seperti ini.
Dia pun berharap ada tanggung jawab, karena kondisi usaha sekarang sedang sulit.
"Harapan saya tuh pertanggungjawaban PLN sendiri lah ya, dengan pelayanan seperti ini sangat merugikan masyarakat ya," kata Hendi.
"Orang dalam keadaan ekonomi sekarang lagi pada sulit semuanya, ya dengan segala jerih payah, tapi tidak ada bantuan dari PLN, kita merasa dirugikan sama PLN," ungkapnya.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista / TribunnewsBogor/ Naufal Fauzy)