Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Memasuki masa libur sekolah tahun ajaran 2025/2026, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Provinsi Banten memaparkan tren kunjungan wisatawan yang positif pada masa libur panjang sebelumnya.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya.
Berdasarkan pengamatan dan data yang diperoleh, ia menyatakan bahwa pada momen libur panjang seperti perayaan Idul Adha 1447 H maupun Hari Lahir Pancasila 1 Juni lalu, tercatat adanya peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan.
"Alhamdulillah terlihat jelas adanya peningkatan kunjungan. Indikasinya dapat dilihat dari banyaknya kendaraan yang melintasi jalan raya, kondisi pantai yang padat, hingga tingkat okupansi kamar hotel yang mencapai angka sangat baik, yakni berkisar antara 90 hingga 100 persen,” ujar Anas kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).
Wisata Pantai Primadona, Wisata Tirta Juga Banyak Peminat
Anas menyebutkan, sekitar 80 persen wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Serang memiliki minat utama terhadap wisata pantai.
Kawasan Anyer dan Cinangka menjadi pilihan utama, hal ini tidak terlepas dari ketersediaan akomodasi, restoran, serta fasilitas pendukung yang lengkap di wilayah tersebut.
"Adapun destinasi wisata lainnya yang banyak dikunjungi contohnya wisata tirta di Baros, Binuang, dan lainnya, yang menawarkan keindahan alam dan suasana yang menenangkan," ungkapnya.
Potensi Wisata Alam Masih Besar, Dibutuhkan Kolaborasi Lintas Sektor
Meskipun saat ini wisata pantai menjadi favorit, ia menegaskan bahwa Kabupaten Serang memiliki potensi wisata alam yang sangat luas dan beragam, mulai dari air terjun (curug) hingga keindahan pesisir dari Anyer hingga ke wilayah pedalaman.
"Wilayah kita dianugerahi keindahan alam yang luar biasa, mulai dari curug hingga kawasan pantai. Namun, tantangannya adalah sebagian besar lokasi curug tidak berada di tanah milik pemerintah maupun Perhutani. Oleh karena itu, pengembangan menjadi destinasi wisata baru memerlukan kolaborasi yang kuat dari berbagai sektor dan pemangku kepentingan,” jelas Anas.
Himbauan: Cegah Pungutan Liar Demi Kenyamanan Wisatawan
Dalam upaya menjaga keberlanjutan dan kenyamanan sektor pariwisata, Anas juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dari masyarakat sekitar objek wisata.
Ia mengingatkan agar praktik pungutan tidak sah atau pungutan liar dapat dihindari sepenuhnya.
"Jika terjadi pungutan yang tidak berdasar, hal tersebut akan membuat wisatawan merasa kecewa dan enggan kembali berkunjung. Oleh sebab itu, kita butuh kesadaran masyarakat agar pariwisata di Kabupaten Serang tetap menjadi tujuan yang aman, nyaman, dan diminati oleh semua orang,” tutupnya.