WARTAKOTALIVE.COM, BANDUNG - Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) menyatakan kesiapannya mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peningkatan penyerapan susu segar dari peternak lokal dan penguatan peran koperasi persusuan di berbagai daerah.
Ketua Umum GKSI, Dedi Setiadi, mengatakan program MBG menjadi peluang besar bagi sektor persusuan nasional untuk memperluas pemanfaatan susu segar dalam negeri sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi peternak sapi perah rakyat.
Menurut dia, koperasi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi susu nasional serta meningkatkan kesejahteraan peternak.
"Program MBG merupakan peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan susu segar dalam negeri sekaligus memperluas pasar bagi peternak rakyat. Karena itu, koperasi harus diperkuat agar mampu menjadi penghubung yang efektif antara peternak dan kebutuhan pangan nasional," ujar Dedi dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: Sambut HUT ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya Betawi
Dedi menjelaskan, penguatan kelembagaan koperasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Selain memperkuat pasar bagi susu segar lokal, GKSI juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan ternak di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor persusuan, termasuk ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Ia menilai langkah pencegahan harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari vaksinasi rutin, penerapan biosekuriti kandang, pengawasan lalu lintas ternak, peningkatan kebersihan lingkungan peternakan, hingga penyediaan pakan berkualitas.
"Kesehatan ternak merupakan faktor fundamental dalam menjaga produktivitas sapi perah dan keberlanjutan pasokan susu segar nasional. Karena itu pengendalian penyakit harus menjadi perhatian bersama," katanya.
Menurut Dedi, Program MBG dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem persusuan nasional berbasis koperasi.
Dengan meningkatnya penyerapan susu segar lokal, peternak diharapkan memperoleh kepastian pasar yang pada akhirnya mendorong peningkatan kualitas produksi dan pengembangan usaha peternakan secara berkelanjutan.
"Ketika peternak memperoleh kepastian pasar, mereka akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas susu, menjaga kesehatan ternak, dan memperbaiki manajemen usaha," ujarnya.
GKSI menilai koperasi tidak hanya berfungsi menghimpun dan menyalurkan produksi susu peternak, tetapi juga berperan dalam pengujian kualitas susu, penyediaan sarana produksi, layanan kesehatan hewan, pendampingan teknis, hingga memperluas akses pemasaran.
Dedi juga menegaskan bahwa dukungan terhadap Program MBG sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, susu segar lokal merupakan sumber protein hewani, kalsium, dan berbagai zat gizi penting yang dibutuhkan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok usia produktif.
Karena itu, peningkatan produksi susu dalam negeri dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.
GKSI mendorong adanya sinergi antara pemerintah, koperasi, peternak, industri pengolahan susu, BUMN pangan, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan Program MBG dapat berjalan optimal.