Heboh Beli Pertalite Dibatasi hanya Rp50 Ribu, Pertamina Langsung Bereaksi
Noval Andriansyah June 20, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Jagad media sosial, khususnya platform X (sebelumnya Twitter), mendadak digegerkan oleh rumor miring mengenai pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak ( BBM ) bersubsidi jenis Pertalite.

Baca juga: Harga BBM Naik, Kontraktor Keluhkan Biaya Proyek Membengkak dan Margin Menurun

Isu liar yang menggelinding di tengah masyarakat menyebutkan bahwa pembelian Pertalite untuk sepeda motor kini dibatasi maksimal hanya Rp50.000 per transaksi.

Mendengar kegaduhan yang telanjur memicu keresahan para pengendara tersebut, PT Pertamina Patra Niaga langsung bereaksi cepat untuk meredam kepanikan publik.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, membantah keras narasi tersebut. Ia meluruskan bahwa hingga detik ini, sama sekali belum ada ketukan palu atau regulasi resmi mengenai pembatasan kuota pembelian Pertalite di lapangan.

“Setahu saya pembatasan itu belum ada ya. Sampai saat ini belum ada atau tidak ada dari pemerintah rencana pembatasan BBM bersubsidi yang diterapkan,” tegas Roberth saat dihubungi kompas.com, Kamis (11/6/2026).

Tepis Isu Pembatasan Berdasarkan CC Kendaraan

Roberth menjamin bahwa seluruh lapisan masyarakat pemilik kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, masih bisa mengonsumsi Pertalite dengan normal di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seperti biasa tanpa perlu khawatir kehabisan kuota harian.

Isu miring ini sebenarnya bukan kali pertama mencuat ke permukaan. Pertamina mencatat riwayat hoaks serupa sempat mampir pada akhir Mei lalu.

Kala itu, berkembang narasi kalau Pertalite bakal disaring ketat berdasarkan kapasitas mesin cubicle centimeter (cc) maupun merek kendaraan tertentu.

“Sekali lagi kami tekankan, hingga saat ini tidak ada aturan atau arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merek kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan,” kata Roberth menambahkan.

Terpicu Efek Domino Kenaikan Harga Pertamax

Sentimen negatif warganet ini disinyalir muncul sebagai efek domino setelah PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan tarif atau menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax RON 92 dan Pertamax Green RON 95 per tanggal 10 Juni 2026.

Kenaikan harga itu memicu spekulasi liar netizen. Banyak yang menerka-nerka bahwa melonjaknya harga Pertamax akan membuat konsumen bermigrasi massal ke Pertalite.

Akibatnya, muncul asumsi sepihak kalau Pertamina sengaja mengunci sistem pengisian Pertalite agar tidak jebol.

“Motor aja beli Pertalite dibatasi 50k, mobil apalagi wkwk,” cuit akun @_massjawaa mengekspresikan kekhawatirannya di linimasa.

Netizen lain ikut menimpali, “Dan sayangnya sekarang beli Pertalite aja dibatasi dan dipersulit lewat sistem,” keluh akun @matchatjiee.

Namun, dengan adanya reaksi dan penjelasan resmi dari Pertamina, segala rumor di media sosial tersebut dipastikan murni isapan jempol belaka alias hoaks!

Pembatasan sistem Rp50.000 dinyatakan tidak pernah berlaku dalam SOP pelayanan SPBU Pertamina.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.