Listrik Padam Berulang di Bangkalan: Industri Lumpuh, Pengusaha Rugi Puluhan Juta
Cak Sur June 20, 2026 08:32 PM

Salah satu yang terdampak parah adalah pabrik air mineral kemasan Bariklana di Desa Parseh, Kecamatan Socah, yang terpaksa menghentikan produksinya hingga Sabtu (20/6/2026).

Akibat pemadaman yang terjadi hingga empat kali berturut-turut ini, puluhan karyawan tidak bisa bekerja secara optimal.

Pengusaha pun harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat penurunan omzet dan kerusakan peralatan produksi yang vital.

Kerusakan Mesin Pabrik dan Kerugian Omzet Puluhan Juta

Pengusaha Air Mineral Bariklana, H Abdur Rachman, mengungkapkan bahwa pemadaman tiba-tiba ini sangat merugikan jalannya usaha.

Selain menghentikan operasional, pemadaman listrik berulang ini merusak perangkat elektronik di pabriknya.

Ia juga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 19 juta untuk mengganti dinamo mesin kompresor hidrolik yang jebol, akibat ketidakstabilan pasokan listrik pada Jumat (12/6/2026) malam. Akibat kerusakan vital tersebut, pabrik terpaksa tutup total selama dua hari.

Abdur Rachman mengaku bingung harus mengadu ke mana, karena pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bangkalan dinilai tidak memberikan kejelasan informasi.

Pendapatan Buruh Pabrik Merosot Hingga 50 Persen

Dampak padamnya listrik ini juga langsung dirasakan oleh 70 karyawan pabrik. Sebagian besar pekerja di bagian pencucian, pengisian dan penutupan botol tidak dapat beraktivitas karena mesin filling air mati total.

Yenni Kumalasari selaku staf administrasi perusahaan menjelaskan bahwa sistem upah borongan membuat pendapatan karyawan merosot tajam.

  • Kondisi Normal: Karyawan bisa membawa pulang upah Rp 80.000 per hari.
  • Kondisi Pemadaman: Pendapatan turun hingga 50 persen, hanya berkisar Rp 40.000 per hari.

“Otomatis para karyawan diam dan gaji mereka berkurang, karena upah mereka dihitung secara borongan berdasarkan hasil produksi,” jelas Yenni.

Penjelasan PLN Bangkalan: Manajemen Beban Sistem

Merespons gelombang protes warga dan pelaku usaha, PLN akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura, Fahmi Fahresi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

Menurut pengumuman resmi PLN, pemadaman sementara ini terpaksa dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik, yang memerlukan pengaturan operasi sistem berupa manajemen beban.

Manajer PLN ULP Bangkalan, Mohammad Nasir, menegaskan bahwa situasi ini bukanlah kebijakan pemadaman bergilir terencana.

“Kami pastikan ini bukan pemadaman bergilir terencana, melainkan penerapan manajemen beban akibat penurunan kapasitas pembangkit. Kondisi ini di luar kendali kami, sehingga kami tidak bisa memberikan informasi terencana sebelumnya,” pungkas Nasir.

Daftar Desa Terdampak Pemadaman di Bangkalan

Estimasi pemadaman listrik darurat ini diperkirakan berlangsung antara 3 hingga 4 jam. Untuk jadwal pemadaman terakhir pada Sabtu, penghentian aliran listrik dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.30 hingga 20.00 WIB.

Berikut adalah daftar wilayah dan desa di Bangkalan yang terdampak manajemen beban kelistrikan:

  • Desa Mrecah, Tlomar, Dlambah, dan Batangan
  • Desa Tamandikeh, Togubang, Tegar Priya, dan Batobellah
  • Desa Kampak, Geger, Kombangan, dan Klapayan
  • Desa Bangserreh, Kayu Getah, Kelbung, dan Gunelap
  • Desa Sabungan dan Gengseyan

Nasir mengimbau masyarakat untuk memahami perbedaan antara pemadaman darurat dan pemadaman terencana.

Jika pemadaman disebabkan oleh kegiatan pemeliharaan infrastruktur yang terencana dari PLN ULP Bangkalan, pihak PLN dipastikan akan menyebarkan flyer informasi resmi jauh-jauh hari sebelum pengerjaan dimulai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.