Malangnya Senegal, Gabung Grup Neraka tetapi Diperlakukan Semena-mena oleh Federasinya
Zulfikar Pamungkas June 20, 2026 08:33 PM

CHARLY TRIBALLEAU/AFP
Timnas Senegal bernasib malang di Piala Dunia 2026 usai mendapat perlakuan semena-mena dari federasinya.

BOLASPORT.COM – Timnas Senegal mendapat nasib nahas di Piala Dunia 2026 imbas perlakukan semena-mena federasinya (FSF) di tengah perjuangannya bertarung di grup neraka.

Di Piala Dunia 2026, tim nasional berjulukan Singa Teranga ini tergabung di grup neraka bersama Prancis, Norwegia, dan Irak.

Melawan tim-tim kuat dari Eropa dan Asia itu, Timnas Senegal berharap mendapat akses melimpah agar bisa bertarung dengan tenang.

Tetapi harapan itu tak menjadi kenyataan, seiring perlakukan semena-mena yang dilakukan federasi sepak bolanya, FSF.

Dilansir BolaSport.com dari Sport News Africa, Sadio Mane dkk mendapat sederet masalah dalam perjuangannya di Piala Dunia.

Disebutkan jika para pemain dan ofisialnya mengalami masalah perihal logistik selama berada di Amerika Serikat.

Permasalahannya berangkat dari keputusan FSF yang tak mengirim chef atau juru masak tim nasional ke Amerika Serikat.

Padahal chef tersebut merupakan bagian penting Timnas Senegal saat menjuarai Piala Afrika 2025, sebelum gelar juara dicabut CAF dan diberikan ke Maroko.

Karena chef-nya tak berangkat ke Amerika Serikat, para pemain terpaksa membeli makan di luar karena makanan yang disediakan hotel jauh dari standar.

Usut punya usut, tak diberangkatkannya chef itu berkaitan dengan anggaran yang disebut-sebut dipangkas oleh FSF.

Pemangkasan anggaran ini bahkan membuat pemain dan ofisial Senegal tinggal di hotel yang jauh dari kata layak untuk tim sekelas mereka.

Mirisnya, FSF justru menggunakan anggaran yang dipangkas itu untuk memberangkatkan petingginya ke Amerika Serikat dengan fasilitas mewah.

Adanya pemangkasan anggaran yang dilakukan federasinya ini berlanjut ke nasib para pemain dan pelatihnya.

Dilaporkan jilka para pemain belum mendapat bonus dari keberhasilannya menjuarai Piala Afrika 2025 dan kesuksesannya lolos ke Piala Dunia 2026.

Kondisi ini diyakini akan memengaruhi moral pemain yang ingin berjuang mati-matian di event empat tahunan tersebut.

Selain itu, masalah berlanjut ke pelatihnya, Pape Thiaw, yang tenyata memimpin Singa Teranga tanpa terikat kontrak.

Thiaw datang ke Piala Dunia 2026 saat kontraknya sudah habis dan gajinya selama 5 bulan belum dibayarkan FSF.

Hingga artikel ini dibuat, FSF belum memberikannya kontrak atau membayar gajinya yang tertunda sejak awal tahun 2026.

Sederet kondisi ini diyakini menjadi penyebab utama buruknya penampilan Senegal di laga perdana I Piala Dunia 2026.

Di laga perdananya, mereka harus menyerah dengan skor 1-3 dari Prancis, Rabu (17/6/2026) WIB.

Kekalahan itu membuat Singa Teranga harus mencuri kemenangan di dua laga tersisa Grup I agar bisa lolos ke babak gugur.

Di dua laga selanjutnya, mereka akan menghadapi Norwegia (23/6/2026) dan disusul laga kontra Irak (27/6/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.