TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Film drama 'Tanah Runtuh' tak hanya menyajikan drama tentang konflik sosial, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para penontonnya.
Hal itu dialami Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla yang menilai film tersebut menyimpan pesan penting tentang toleransi, kehidupan sosial, dan kepercayaan antarmasyarakat yang perlu terus dijaga.
Menurut Jusuf Kalla, film tersebut berhasil menggambarkan dinamika kehidupan sebuah kelompok masyarakat yang hidup di tengah latar konflik.
"Bagus sebagai film. Film itu menceritakan kelompok dengan latar belakang Poso," ujar Jusuf Kalla di kawasan Cikini Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
JK menilai masih banyak hal yang perlu menjadi perhatian terkait kehidupan masyarakat setelah konflik terjadi.
Baginya, yang terpenting bukan hanya bagaimana konflik digambarkan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik setelahnya.
"Walaupun tentu banyak yang perlu menjadi perhatian, dan bagaimana kehidupan setelah itu berjalan baik," katanya.
Aktor Vino G Bastian mengaku sangat menyukai cara Tanah Runtuh membangun cerita.
Menurutnya, film tersebut menghadirkan perspektif yang jarang diangkat ketika membahas sebuah tragedi atau konflik besar.
Vino menilai banyak orang selama ini hanya fokus pada peristiwa besar yang terjadi, sementara kisah-kisah kecil para korban justru kerap terlupakan.
Baca juga: Vino G Bastian Tersentuh Menonton Film Tanah Runtuh, Singgung Nasib Anak-anak Korban Konflik
"Terlalu banyak orang meng-capture peristiwa itu secara besar, tapi hal-hal yang kecilnya itu justru dilupakan," ucapnya.
"Dalam suatu kejadian kerusuhan, chaos, yang paling banyak korbannya adalah anak-anak. Tapi mereka tidak bisa berbicara," kata Vino.
JK juga melihat Tanah Runtuh sebagai sebuah pembelajaran yang relevan bagi masyarakat Indonesia agar pengalaman serupa tidak kembali terulang di masa depan.
"Ya, menjadi pembelajaran," ucapnya.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menegaskan bahwa pesan utama film tersebut terletak pada pentingnya menjaga kehidupan sosial yang harmonis, membangun hubungan baik antargenerasi, serta merawat rasa saling percaya di tengah masyarakat.
"Perlunya selalu tetap memperhatikan kehidupan sosial yang baik, antargenerasi, dan juga saling percaya," tutur JK.
Saat ditanya apakah pesan yang dibawa Tanah Runtuh masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, terutama dalam konteks toleransi dan potensi konflik sosial, Jusuf Kalla memberikan jawaban singkat namun tegas.
"Jangan terjadi," pungkasnya.
Baca juga: Vino G Bastian Cerita Tantangan Emosional Adu Akting dengan Anak Down Syndrome di Film Tanah Runtuh
Bagi Vino, Tanah Runtuh menjadi pengingat bahwa toleransi bukan sekadar konsep yang dibicarakan saat konflik muncul.
Nilai tersebut harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.