Israel dilaporkan meningkatkan serangan di sejumlah wilayah Lebanon Selatan sejak tengah malam Jumat (19/6/2026).
Termasuk kawasan Nabatieh, kepulan asap hitam muncul dari sejumlah titik di lokasi.
Dilansir dari Al Jazeera, organisasi bantuan medis Doctors Without Borders menerangkan kondisi di wilayah itu.
Kawasan Nabatieh disebut menyerupai 'jebakan maut' bagi warga Lebanon.
Setidaknya 50 orang dilaporkan tewas dalam penargetan tersebut.
Bahkan, tenaga kesehatan ikut terluka akibat serangan itu.
Koordinator kelompok, Pierre Boulet-Desbareau menerangkan kondisi para korban yang datang meminta pertolongan.
Beberapa warga disebut cedera parah hingga mengalami pendarahan hebat.
Sejumlah lainnya disebut terkena pecahan peluru bahkan menyebabkan amputasi.
Situasi ini disebut sangat mengerikan bahkan digambarkan sebagai lingkaran api.
Serangan masif ini menjelang pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang akan direncanakan di Swiss.
Agenda itu bertujuan untuk menyepakati perjanjian damai sementara.