Baca juga: Sopir Fortuner Penyebab Tabrakan Beruntun di Cinde Ternyata Mantan Napi Korupsi Masjid Sriwijaya
SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS – Kabar duka datang dari ranah hukum dan peristiwa di Bumi Lan Serasan Sekentenan. Jua Oktaria (30), seorang perempuan yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan tragis melibatkan mobil Pengawalan (Patwal) milik kepolisian di Kelurahan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan, dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya.
Korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) dini hari sekira pukul 04.00 WIB saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) AR Bunda, Kota Lubuklinggau.
Jua sebelumnya berjuang melawan luka parah akibat tertabrak mobil Patwal yang tengah mengawal iring-iringan kepulangan jemaah haji asal Kota Lubuklinggau pada Senin (15/6/2026) dini hari lalu.
Kakak ipar korban, Dodi, saat dikonfirmasi Sripoku.com pada Sabtu (20/6/2026) malam, membenarkan kabar duka tersebut.
"Benar, adik kami meninggal dunia subuh pagi tadi sekira pukul 04.00 WIB di RS AR Bunda Kota Lubuklinggau. Jenazah almarhumah juga sudah kami makamkan secara layak di pemakaman keluarga siang tadi sekira pukul 11.30 WIB," ujar Dodi terpukul.
Sempat Dibawa Pulang untuk Pengobatan Tradisional
Dodi menceritakan kronologi perawatan medis yang sempat ditempuh pihak keluarga sebelum korban dinyatakan wafat.
Pasca-kejadian darurat di depan Masjid Ujud pada Senin dini hari tersebut, korban awalnya langsung dilarikan ke RSUD dr. Sobirin guna mendapatkan tindakan kedaruratan.
Setelah beberapa hari dirawat, kondisi fisik korban sempat dinilai menunjukkan progres membaik.
Pihak keluarga kemudian berinisiatif membawa korban pulang ke rumah untuk mengombinasikan perawatan dengan metode pengobatan tradisional.
"Waktu di rumah sakit pertama itu kondisinya sempat membaik, jadi kami bawa pulang dulu untuk dicoba pengobatan tradisional. Namun, karena di rumah kami memiliki keterbatasan alat medis pendukung, kondisi kesehatannya kembali tidak stabil. Akhirnya pada Kamis (18/6/2026), kami putuskan membawa Jua ke RS AR Bunda Lubuklinggau," urai Dodi merinci.
Mengenai tingkat keparahan luka fisik yang dialami almarhumah, Dodi membeberkan bahwa hantaman kendaraan roda empat tersebut mengakibatkan cedera ganda yang cukup fatal.
Korban diketahui mengalami patah tulang di bagian tangan dan kaki, serta benturan keras yang memicu luka dalam di bagian kepala.
Pihak Kepolisian Kawal Pengobatan, Keluarga Nyatakan Ikhlas
Kendati musibah ini berakhir pilu, Dodi menegaskan bahwa pihak Kepolisian Resor (Polres) Musi Rawas maupun instansi terkait telah menunjukkan sikap tanggung jawab yang sangat tinggi sejak menit awal kecelakaan terjadi.
"Kami dari pihak keluarga ingin meluruskan bahwa dari pihak kepolisian sendiri sangat kooperatif. Mereka langsung turun tangan, bahkan terus mendampingi, memfasilitasi, dan mengawal penuh seluruh proses pengobatan almarhumah selama di rumah sakit. Oleh karena itu, dengan segala ketetapan takdir ini, pihak keluarga besar kami sudah menyatakan ikhlas," tegas Dodi meluruskan informasi di ruang publik.
Satu unit mobil Patwal kepolisian yang tengah bertugas mengamankan jalur kepulangan bus jemaah haji asal Lubuklinggau mendadak hilang kendali di depan Masjid Ujud, hingga berujung menabrak bagian depan rumah warga dan ikut mengenai korban Jua Oktaria yang saat itu berada di sekitar lokasi kejadian.
Baca juga: Tabrakan Beruntun di Banyuasin Sumsel, Diduga Dipicu Fuso Tak Kuat Menanjak