Kepala Desa Golo Kantar Keluarkan Larangan Anak-Anak Tidak Boleh Main dan Mandi di Irigasi
Hilarius Ninu June 20, 2026 09:58 PM

 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG----Kepala Desa Golo Kantar, Merdianus Jehaman mengimbau dengan tegas kepada seluruh warga terutama orang tua agar menjaga anak-anak yang masih berusia belasan tahun ke bawa agar tidak boleh main atau pun mandi di saluran irigasi Wae Laku yang membentang mulai dari Kampung Jawang hingga Kampung Kampas Desa setempat. 

Permintaan itu disampaikan Merdianus kepada TRIBUNFLORES.COM, Sabtu 20 Juni 2026.

Ada pun seorang bocah berusia 4 tahun asal Kampung Kampas, Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur tewas terbawa arus air irigasi Wae Laku, Sabtu 20 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 Wita. 

Menurut Merdianus, bahwa larangan itu karena irigasi itu sangat besar dan berpotensi sewaktu-waktu debit air akan naik dan begitu deras jika dibuka dari pintu bendungan sehingga sangat mengancam keselamatan jiwa. 

Baca juga: BREAKING NEWS : Bocah 4 Tahun di Borong Manggarai Timur Tewas Terseret Air Irigasi

 

"Khusus untuk masyarakat Desa Golo Kantar umumnya  kejadian hari ini merupakan kejadian yang sangat luar biasa yang perlu kita ingatkan. Harus waspada jangan biarkan anak-anak kecil bermain sendirian di dekat saluran irigasi ini,"Ujarnya.

Merdianus juga mengatakan, larangan terhadap warga untuk tidak boleh mandi di saluran irigasi juga sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Desa sejak tahun 2021 lalu. 

"Tahun 2021 desa sudah mengeluarkan larangan dan himbauan kepada masyarakat soal penertiban penggunaan air agar masyarakat tidak boleh mandi dalam got lebih kusus anak-anak,"ujarnya.

Berdasarkan keterangan warga yang diperoleh TRIBUNFLORES.COM, di rumah duka di Kampas Borong, bocah yang terseret arus air bernama Kai usia 4 tahun. 

Korban terseret air deras di saluran irigasi Induk Wae Laku itu diperkirakan sekitar 800 meter mulai dari Sadap Irigasi Kampung Tado sampai di kampung Kampas perbatasan Kampung Kampas dengan Kampung Jati. 

Korban kemudian oleh keluarga dan warga berusaha menolong korban dengan melarikan ke Puskesmas Borong, namun sayang nyawa korban tak bisa tertolong alias meninggal dunia. 

"Sebenarnya anak ini sudah meninggal di lokasi memang,"ujar sejumlah warga lainya. 

Korban diduga terjatuh saat sedang bermain bersama teman-teman sebayanya. Apalagi pada saat itu air sedang arus deras karena debutnya besar. 

" Mungkin jatuh atau bagaimana, kita juga tidak tahu kejadian awal hingga anak ini terbawa air. Apalagi air tadi pagi itu arusnya sangat besar sepertinya ada yang buka dari hulu,"Ungkap warga lainya. 

Kepala Desa Golo Kantar, Merdianus Jehaman, membenarkan peristiwa itu. 

"Ia benar anak itu terbawa air di saluran irigasi tadi," ujarnya. 

Pantauan TRIBUNFLORES.COM terlihat di rumah duka tampak banyak keluarga dan warga berdatangan. Tampak jenazah korban dibaringkan di luar rumah tepatnya di depan rumah. 

Tampak banyak keluarga dan warga datang menangis meratapi korban. Ibunya terlihat menangis histeris. Sedangkan ayahnya terlihat diam menahan tangis, menatap kosong seolah tak yakin putri mereka meninggal dunia dengan cara yang tragis seperti itu. 

Terlihat di bagian dahi dan kepala korban terdapat banyak luka yang sudah dibalut dengan kain verban.

Sementara itu lokasi terseretnya korban sejauh sekitar 800 meter terlihat sejumlah titik yang dipasang kayu dan papan untuk warga untuk menyedot air menggunakan mesin Sanyo ke rumah mereka. (rob) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.