ASSIPA Luncurkan Akademi Sepak Bola Internasional, Talenta Aceh Berpeluang ke Spanyol
Mursal Ismail June 20, 2026 10:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Asosiasi Sepak Bola Internasional Perjuangan Aceh atau ASSIPA resmi meluncurkan akademi sepak bola internasional hasil kerja sama dengan Spain International Sport (SIS) dari Spanyol. 

Peluncuran berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (20/6/2026).

Pendiri ASSIPA, Prof Adjunct Marniati, yang juga Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA) ini menjelaskan, bahwa pogram tersebut membuka peluang bagi talenta muda Aceh untuk mendapatkan pelatihan hingga bertanding di Spanyol melalui jalur beasiswa prestasi.

“Saya pikir ini adalah kesempatan untuk anak-anak Aceh dapat membuktikan kemahiran kemampuannya dan dapat bersaing pada tingkat-tingkat nasional dan internasional,” kata Prof Marniati dalam konferensi pers. 

Marniati menjelaskan, pihaknya memilih bekerja sama dengan SIS karena lembaga asal Spanyol tersebut dinilai memiliki reputasi kuat dalam pencarian dan pembinaan bakat sepak bola muda.

“Kenapa kami memilih SIS? Sebab SIS ini adalah salah satu lembaga pencari bakat yang sangat fokus pada kualiti, sangat fokus pada prestasi,” ujarnya.

Baca juga: Illiza Buka Liga Kolaborasi SSB Kota Banda Aceh, 9 Klub Jalani Kompetisi Penuh hingga Oktober

Ia menambahkan, bahwa kerja sama itu membuka peluang besar bagi anak-anak Aceh untuk tampil di level internasional.

Di mana setiap tahun, peserta ASSIPA yang menunjukkan prestasi terbaik akan mendapat kesempatan mengikuti program beasiswa ke Spanyol.

“Kami memiliki satu perjanjian khusus bahwa setiap anak-anak ASSIPA yang berprestasi setiap tahunnya akan diikutsertakan dalam beasiswa untuk ke Spanyol dan dapat bertanding dengan klub-klub antarbangsa,” katanya.

Marniati menilai Aceh memiliki banyak bibit pesepak bola potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Namun, selama ini banyak karier pemain muda yang terhenti karena keterbatasan akses dan jaringan menuju klub-klub profesional di luar negeri.

“Kita Aceh banyak sekali bibit atlet sepak bola yang layak tampil di nasional, tetapi karier anak-anak kita juga banyak terhenti bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak ada jaringan dan koneksi untuk dapat tampil di klub-klub internasional,” ujarnya.

Baca juga: PSSI Banda Aceh Data Ulang SSB di Kutaraja, Ini Persyaratan Harus Dipenuhi 

Untuk itu, kata dia, ASSIPA yang bernaung di bawah binaan PPA ini menghadirkan langsung pelatih dari Spanyol untuk mendidik dan melatik generasi sepak bola Aceh, sehingga bisa bersaing di berbagi level.

Akan Perluas Jaringan 

Lebih lanjut, Marniati mengatakan, bahwa kerja sama yang dibangun ASSIPA dengan SIS tidak hanya akan berkembang di Aceh, tetapi juga akan memperluas jaringan ke berbagai provinsi di Indonesia.

“ASSIPA ini bukan hanya untuk di Provinsi Aceh, tetapi kita akan membuka cabang-cabang di seluruh Indonesia.

Dalam waktu dekat ini, kita telah merancang grand launching yang kedua, yaitu di Sumatera Utara pada tanggal 24 nanti,” kata Marniati.

Menurutnya, sejumlah daerah lain seperti Batam, Padang, dan Sulawesi juga telah menyatakan minat untuk membuka cabang ASSIPA-SIS.

Baca juga: SSB Bijeh Mata Bireuen U-10 Juara Sumbagut, Lolos ke Nasional Bersama U-12

Sementara di Aceh, organisasi tersebut fokus membangun jaringan di seluruh 23 kabupaten/kota.

Selain pengembangan di Indonesia, pihaknya juga berencana membangun jejaring internasional dengan Malaysia dan Bangladesh.

Organisasi tersebut menargetkan penyelenggaraan berbagai turnamen tingkat daerah, nasional, hingga internasional setiap tahun.

Pada tahap awal, ASSIPA membuka pendaftaran untuk tiga kelompok usia, yakni 8–10 tahun, 11–14 tahun, dan 15–17 tahun. Para peserta akan dilatih empat kali dalam sepekan.

Pusat latihan berlangsung di Lapangan Lambung dan Lapangan Komplek Harapan Bangsa.

“Jadi ini kesempatan bagi anak-anak Aceh untuk tampil di panggung internasional.

Jika di antara mereka nanti ada yang berprestasi, maka besar peluang di akhir tahun nanti akan mendapat pelatihan dan bertanding selama 2-4 minggu di Spanyol,” kata dia.

Sementara itu, Direktur General SIS, Victor Dal, mengatakan Aceh dipilih sebagai lokasi pengembangan program ini karena memiliki potensi besar dalam dunia sepak bola dan komitmen kuat dari ASSIPA dalam membina atlet muda.

“Kenapa kita memilih Aceh, ya kenapa tidak. Aceh dengan fenomena datangnya Cristiano Ronaldo dulu, terus banyak-banyak pemain bola internasional yang pernah ke Aceh.

Selain itu kita juga melihat komitmen dari CEO dari ASSIPA yang ingin mencetak anak-anak tentunya di Aceh menjadi atlet sepak bola yang berprestasi dan unggul,” ujarnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.