TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno buka suara terkait viralnya video pengemudi ojek online (ojol) yang motornya diangkut petugas Dinas Perhubungan (Dishub) saat sedang mengambil pesanan makanan.
Rano memastikan Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat merespons polemik tersebut.
Bahkan, jajaran Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur telah mendatangi langsung rumah pengemudi ojol yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan.
Menurutnya, Pemprov DKI memantau berbagai persoalan yang ramai diperbincangkan masyarakat melalui media sosial dan berupaya memberikan respons secepat mungkin.
Rano mengatakan kasus yang viral di media sosial menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk insiden yang menimpa pengemudi ojol bernama Sulis Agung Wibowo.
“Suku Dinas Perhubungan sudah mendatangi kediamannya. Artinya, kami bergerak cepat,” kata Rano Karno saat doorstop dengan wartawan.
Ia menegaskan, informasi yang beredar di media sosial juga menjadi salah satu bahan pemantauan Pemprov DKI dalam merespons berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
“Kami semua juga memantau informasi perkembangan melalui Instagram. Hal itu menjadi salah satu acuan kami,” ujarnya.
Sebelumnya, video penertiban kendaraan oleh petugas Dishub Jakarta Timur viral di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang pengemudi ojol terlihat memohon agar motornya tidak diangkut karena kendaraan itu digunakan sebagai alat utama untuk mencari nafkah.
Bahkan, pengemudi tersebut sempat memanjat mobil derek Dishub yang membawa motornya.
Namun petugas tetap melakukan penindakan lantaran kendaraan tersebut dinilai parkir di lokasi yang melanggar aturan dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Merespons polemik yang berkembang, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur kemudian mendatangi rumah pengemudi ojol tersebut untuk menjelaskan kronologi kejadian sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Langkah itu disebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI untuk memberikan penjelasan langsung kepada pihak yang terdampak sekaligus meredam polemik yang sempat ramai di media sosial.