TRIBUNBANYUMAS.COM, WASHINGTON DC – Utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, akhirnya bertolak ke Swiss untuk memulai babak pertama perundingan nuklir Iran.
Langkah diplomatik krusial ini sempat tertunda akibat eskalasi militer di Timur Tengah, sebelum akhirnya diselamatkan oleh kesepakatan gencatan senjata mendadak antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Keberangkatan Witkoff dilakukan pada Jumat (19/6/2026), sehari setelah Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan kehadirannya. Negosiasi di Swiss ini dinilai sangat vital tidak hanya untuk meredam ambisi atom Teheran, melainkan juga demi membuka kembali jalur pelayaran global yang sempat terganggu di Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi bahwa persiapan teknis terus berjalan dan pihaknya siap memfasilitasi pertemuan tingkat tinggi tersebut.
Gencatan Senjata Darurat di Lebanon
Sebelumnya, perundingan nuklir Iran ini terancam kolaps akibat memanasnya pertempuran di Lebanon. Namun, ketegangan mereda setelah Israel dan milisi Hizbullah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh diplomat AS dan Qatar, dengan asistensi dari pihak Iran.
Gencatan senjata dilaporkan mulai berlaku efektif pada Jumat pukul 16.00 waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengaku ikut mengintervensi situasi ini dengan mendesak Israel agar menahan diri.
"Kadang Anda harus tenang dan berpikir jernih," ujar Trump melalui akun media sosialnya, tanpa merinci apakah dirinya berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Baca juga: AS-Iran Sepakat Akhiri Perang, Selat Hormuz Dibuka Kembali: Teheran Kurangi Uranium
Meski kesepakatan damai telah tercapai, situasi di lapangan masih dibayangi ketegangan. Dua sumber keamanan Lebanon melaporkan Israel masih meluncurkan belasan serangan udara pada satu jam pertama pemberlakuan gencatan senjata, meski setelah itu situasi berangsur kondusif.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat serangan Israel sejak Jumat dini hari telah menewaskan 47 orang dan melukai 97 lainnya. Di kubu seberang, militer Israel mengonfirmasi empat tentaranya tewas dalam insiden terpisah di Lebanon.
Taruhan 60 Hari Kesepakatan Sementara AS-Iran
Penghentian kontak senjata di Lebanon utara merupakan salah satu prasyarat utama dalam nota kesepahaman (MoU) damai yang diteken Presiden AS dan Presiden Iran awal pekan ini. Dokumen tersebut memberikan tenggat waktu selama 60 hari bagi kedua negara untuk merumuskan kesepakatan jangka panjang atau memperpanjang status quo sementara.
Dalam poin kesepakatan sementara tersebut, AS, Iran, dan sekutu masing-masing diwajibkan menghentikan operasi militer secara permanen di semua front pertempuran.
Kendati demikian, implementasi di lapangan diprediksi tetap pelik. Pemerintah Israel, yang sengaja tidak dilibatkan dalam perundingan nuklir Iran ini, menegaskan bahwa mereka tidak terikat oleh isi perjanjian tersebut dan pasukannya akan tetap menduduki wilayah Lebanon selatan.
Merespons sikap Tel Aviv, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Washington harus bertanggung jawab penuh sebagai penjamin jika sekutunya tersebut melakukan pelanggaran di kemudian hari. (danur/kps)