TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak masyarakat desa yang menggelar Pilkades serentak untuk menerapkan sistem pemilihan yang bersih, jujur, serta bebas dari praktik politik uang.
Langkah ini diharapkan dapat dipelopori oleh Desa Semen, Kecamatan Wonoboyo, yang menjadi salah satu dari 14 penyelenggara pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Temanggung pada akhir Oktober nanti.
Hal tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Agus Gondrong itu di sela Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Tasyakuran Merti Dusun Jetak, Desa Semen, Jumat (20/6) malam.
Baca juga: Awal Mula Ribuan Mahasiswa Geruduk Pelaku Pelecehan Verbal Anjem Unnes, Live TikTok Hingga Instagram
Baca juga: Detik-detik Pendaki Hipotermia di Gunung Merbabu Berhasil Diselamatkan di Shelter Emergency
Agus menekankan bahwa Desa Semen sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang warganya banyak berprofesi sebagai tenaga pendidik atau guru di wilayah lain. Oleh karena itu, ia menilai pola pikir demokrasi masyarakat Semen seharusnya jauh lebih matang.
"Pola berpikir demokrasinya seharusnya lebih maju karena banyak orang Semen yang menjadi guru. Jadi, Semen harus menjadi pionir masyarakat dalam pelaksanaan Pilkades yang demokratis, clean and clear. Karena hari ini sudah masuk tahapan Pilkades di 14 desa, mari dijaga bersama-sama," kata Agus.
Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, selama 16,5 tahun alias tiga periode ini lantas membagikan pengalamannya memenangi kontestasi Pilkades tanpa menggunakan politik uang.
Ia juga meminta masyarakat di 13 desa lainnya yang menggelar Pilkades untuk memiliki posisi tawar yang kuat di hadapan calon kepala desa dengan menolak segala bentuk politik transaksional, sekaligus berkomitmen mengawal jalannya pemerintahan desa dengan kritis dan objektif.
"Masyarakat harus punya posisi tawar yang tinggi demi kemajuan desa. Katakan dengan tegas, 'kami tidak mau dibayar'. Namun sebagai timbal baliknya, jika nanti dalam perjalanannya memimpin kepala desa terpilih ternyata melenceng, mohon maaf, masyarakat harus berani mengoreksi dan mengevaluasi," tegasnya.
Menurut Agus, esensi menjadi seorang pemimpin desa adalah kesiapan untuk mengabdi, melayani, dan menjadi pengayom. Selain itu, memberikan contoh yang baik bagi warganya, termasuk menjaga empati terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.
"Saya memang tidak sempurna, tapi saya berharap Pilkades di Temanggung nanti terpilih kades-kades terbaik sesuai dengan harapan dan kehendak rakyat yang bisa jadi pengayom dan teladan. Karena jadi pemimpin itu berat, harus bisa mengayomi," tambah Agus.
Sebagai informasi, Pilkades serentak di Kabupaten Temanggung pada tahun 2026 dijadwalkan diikuti oleh 14 desa yang tersebar di beberapa kecamatan. Tahapan persiapan telah dimulai sejak 20 April 2026, sedangkan pelaksanaan pemungutan suara direncanakan berlangsung pada akhir Oktober 2026 mendatang.(*)