TRIBUNJATIM.COM - Daftar tim yang tersingkir dari Piala Dunia 2026 mulai bertambah seiring rampungnya sejumlah pertandingan fase grup.
Hingga Sabtu (20/6/2026) siang WIB, dua negara dipastikan gagal melanjutkan perjuangan mereka ke babak berikutnya.
Tim terbaru yang harus mengakhiri perjalanan lebih cepat adalah Turki.
Hasil buruk yang mereka raih pada laga kedua Grup D memastikan peluang lolos ke fase gugur tertutup.
Turki secara mengejutkan kalah 0-1 dari Paraguay dalam pertandingan yang berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium, Amerika Serikat.
Gol semata wayang Paraguay dicetak oleh Matias Galarza saat pertandingan baru berjalan 64 detik.
Gol cepat tersebut akhirnya menjadi pembeda hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca juga: Unik, Rayakan Euforia Piala Dunia 2026, Emak-Emak di Gresik Kompak Senam Pakai Jersey Negara Favorit
Baca juga: Demam Piala Dunia 2026, ASN Pemkot Malang Tampil Sporty dengan Jersey Timnas Favorit
Tersingkirnya Turki menjadi salah satu kejutan pada turnamen kali ini.
Sebelum kompetisi dimulai, mereka sempat diprediksi mampu melangkah jauh berkat performa menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir.
Prediksi tersebut sempat disampaikan Ricardo Lawang dari komunitas Indo Barca dalam podcast Super Taktik Tribunnews yang digelar di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
"Kalau kita melihat dari kekuatan dari masing-masing negara ya ini kayak grup neraka ya, karena mereka kekuatannya sampai merata gitu."
"Tapi kalau menurut saya sih, antara Turki sama Australia yang punya kekuatan lebih dari dua tim lainnya (Amerika Serikat dan Paraguay)," kata Ricardo, dikutip dari Tribunnews.
Senada dengan Ricardo, football enthusiast Bayu Ajianto juga menilai Turki sebagai salah satu kandidat kuat.
"Saya tetap menjagokan Amerika Serikat karena faktor tuan rumah dan kualitas individu pemain yang mereka miliki."
"Namun, ancaman terbesar di grup ini tetap Turki. Mereka punya Hakan Calhanoglu yang baru membantu Inter meraih gelar, serta pemain-pemain muda berbakat seperti Kenan Yildiz dan Arda Guler yang bisa membawa Turki bersaing menjadi juara grup," kata Bayu.
Namun, hasil di lapangan justru berkata lain.
Turki harus tersingkir lebih cepat dari Piala Dunia 2026 meski masih punya satu laga sisa melawan Amerika Serikat pada 25 Juni mendatang.
Sebelum kalah dari Paraguay, Turki harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 2-0.
Baca juga: Wali Kota Malang Sebut Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Peluang Emas UMKM Dongkrak Omzet
Sebelum Turki, Haiti lebih dulu dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Kepastian itu terjadi setelah Haiti kalah 0-3 dari Brasil pada laga Grup C di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB.
Di laga sebelumnya, Haiti kalah dari Skotlandia dengan skor 0-1.
Dua kekalahan tersebut membuat Haiti tidak lagi memiliki peluang untuk lolos ke fase berikutnya.
Meski masih menyisakan satu laga melawan Maroko pada 24 Juni mendatang, hasil akhirnya tidak lagi memengaruhi nasib Haiti di Piala Dunia 2026.
Bagi Haiti, keikutsertaan di Piala Dunia 2026 menjadi momen bersejarah.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan pertama Haiti sejak 1974 meski endingnya harus berakhir lebih cepat di fase grup.
Baca juga: Asyik Nonton Pertandingan Piala Dunia di Samsat Bangkalan, Pemohon Wajib Pajak sampai Lupa Antrean
Bergeser dari tim yang tersingkir, euforia Piala Dunia 2026 dirasakan pada pegawai pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Malang pada Jumat (19/6/2026).
Para ASN dan PPPK yang biasanya mengenakan seragam dinas kali ini tampil sporty dengan jersey sepak bola dari berbagai negara untuk menyemarakkan Piala Dunia 2026.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut surat edaran Wali Kota Malang yang mengacu pada arahan Kementerian Dalam Negeri.
ASN diimbau mengenakan atribut bernuansa Piala Dunia setiap hari Jumat selama turnamen berlangsung.
Dari pantauan TribunJatim.com, tampak sejumlah pegawai mengenakan jersey bola dari berbagai negara. Mulai dari Argentina, Perancis, Inggris, Jepang hingga Timnas Indonesia.
Salah satu yang ramai yakni di kantor Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Malang.
Di kantor itu tampak ramai dan meriah, usai menggelar rapat mereka juga mendiskusikan tentang negara-negara jagoan mereka.
Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Malang, Yuyun Nanik Ekowati S.STP., M.Si., juga memakai jersey timnas Argentina saat memimpin rapat.
Yuyun membenarkan seluruh jajarannya sangat antusias menyambut instruksi unik ini.
"Ya, kita semuanya, terutama ASN dan P3K yang ada di Bagian Pemerintahan Kota Malang melaksanakan instruksi atau surat edaran Bapak Wali Kota untuk memakai seragam bola atau Piala Dunia 2026 setiap hari Jumat," ujar Yuyun saat ditemui di kantornya.
Yuyun menceritakan para pegawai sudah melakukan persiapan sejak seminggu yang lalu, tepat setelah SE Mendagri diterbitkan.
Menariknya, mereka tidak kesulitan mencari jersey timnas negara favorit masing-masing.
"Sebenarnya tidak sulit karena ini sudah demam Piala Dunia, sehingga di Kota Malang pun banyak store atau konter-konter tempat kita bisa mencari jersey Piala Dunia," imbuhnya dengan ramah.
Yuyun sendiri tampil sporty dengan mengenakan jersey putih-biru langit khas milik Tim Nasional Argentina.
Sambil tersenyum, ia membeberkan alasan di balik pemilihan kostum tersebut.
"Kebetulan saya mengidolai ada dua yang saya dukung. Yang pertama Argentina, kemudian ada Korea Selatan. Tapi pada pagi hari ini saya memakai kostum Argentina," ungkapnya.
Saat ditanya mengenai pemain sepak bola favoritnya, wanita berhijab ini tanpa ragu langsung menyebut satu nama megabintang dunia yang kini merumput di kompetisi internasional.
"Karena saya mengidolai Argentina, pemain yang saya suka adalah Lionel Messi," tambahnya antusias.
Baca juga: Arti Warna Sepatu Pink di Piala Dunia 2026 hingga Jersey Paling Diburu Warga Jawa Timur
Sebagai pendukung setia tim La Albiceleste, Yuyun tentu menaruh harapan besar agar tim kesayangannya itu bisa membawa pulang trofi paling bergengsi di dunia pada gelaran tahun ini.
Ia optimistis Lionel Messi dan kawan-kawan mampu mengulang kejayaan masa lalu.
"Mudah-mudahan juara, ya. Karena Argentina juga pernah menjadi juara Piala Dunia, mudah-mudahan ini bisa mengulang sejarah kembali di tahun 2026 ini," pungkasnya optimistis.
Suasana kerja di Balai Kota Malang pun tampak lebih ceria dan penuh warna.
Kebijakan ini dinilai berhasil menyuntikkan semangat baru sekaligus menyemarakkan pesta bola dunia di kalangan pelayan publik Kota Malang.
Tidak mau ketinggalan keramaian Piala Dunia juga nampak ramai diruangan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Malang.
Kasubag Protokol Prokopim Pemkot Malang, Mirza Ronald Adi Saputra, SE, MM mengaku antusias menyambut Piala Dunia 2026.
Saat ditanya mengenai tim seleranya, ia tanpa ragu menyebut The Three Lions julukan Timnas Inggris sebagai kandidat kuat peraih trofi emas tahun ini.
Karakter striker andalan Inggris, Harry Kane, menjadi alasan utama di balik dukungannya.
"Nah, sesuai dengan yang saya pakai, maka Inggris adalah jagoan saya, idola saya. Dan salah satu pemain yang jadi favorit saya adalah Harry Kane," ungkapnya dengan antusias.
Menurutnya, Kane merupakan sosok pembeda yang memiliki paket lengkap di lini serang.
"Dia adalah striker yang luar biasa ganas di depan gawang, striker yang punya kemampuan di udara maupun dengan kakinya," tuturnya.
"Dan jangan lupa, dia punya tendangan bebas yang luar biasa. Saya pikir peluang Inggris untuk jadi juara di Piala Dunia tahun 2026 ini sangat besar sekali, meskipun lawan-lawannya berat. Yakin saya," imbuhnya.
Meski sangat optimistis dengan skuad asuhan Gareth Southgate, Ia tidak menampik bahwa jalan Inggris menuju podium juara tidak akan mudah.
Sejumlah negara raksasa siap menjegal, salah satunya adalah sang juara bertahan, Argentina.
Apalagi, Piala Dunia 2026 ini digadang-gadang bakal menjadi panggung terakhir bagi mega bintang Lionel Messi.
"Nah, jangan lupa, Argentina juga merupakan tim favorit. Dia adalah juara dunia sekian kali. Dia juga punya Lionel Messi yang saya pikir ini adalah Piala Dunia terakhirnya. Tapi Inggris tetap nomor satu bagi saya. Luar biasa," pungkasnya sembari tertawa.
Ketika ditanya seberapa besar peluang Harry Kane dan kawan-kawan untuk mengangkat trofi, Ia menjawabnya dengan semangat yang penuh keyakinan.
"1000 persen Inggris bakal jadi juara. Saya yakin, sesuai dengan keyakinan di hati saya," tegasnya.
Aturan memakai jersey ini pun sukses mencairkan suasana ruang kerja di Pemkot Malang, sekaligus menjadi bukti euforia masyarakat Kota Malang dalam menyambut pesta sepak bola terbesar di jagat raya tersebut.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com