Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Layanan bus shalawat atau bus shalat lima waktu akan resmi mengakhiri operasionalnya pada Senin (22/6/2026) pukul 12.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Selama musim haji, bus shalawat telah menjadi andalan mobilitas jemaah Indonesia menuju Masjidil Haram.
Dengan berakhirnya operasional bus shalawat menjadi penanda, musim haji 1447 H/2026 M kian mendekati penghujung.
Melalui informasi yang disampaikan PPIH Arab Saudi 2026, penghentian layanan tersebut menandai berakhirnya salah satu layanan transportasi untuk jemaah haji Indonesia selama berada di Kota Makkah.
"Sejak awal kedatangan hingga akhir masa operasional haji, bus shalawat telah menjadi bagian dari perjalanan ibadah jemaah haji Indonesia menuju Masjidil Haram," demikian keterangan yang disampaikan PPIH Arab Saudi kepada tim Media Center Haji (MCH).
PPIH mencatat, selama musim haji tahun ini, armada bus shalawat telah melayani ribuan perjalanan.
Sebagai bentuk apresiasi, PPIH juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jemaah atas kebersamaan, kesabaran, dan kedisiplinan selama memanfaatkan layanan tersebut.
"Semoga setiap langkah menuju Masjidil Haram menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT," tulis PPIH dalam pesan penutup layanan Bus Shalawat.
Bus Shalawat merupakan layanan transportasi gratis yang disediakan pemerintah Indonesia untuk mengantar dan menjemput jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram maupun sebaliknya selama berada di Makkah.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi 2026, Syaiful Rahman pernah mengatakan, penyediaan bus shalawat tak lepas dari ketentuan otoritas Arab Saudi dan diperluas dengan kebijakan pemerintah Indonesia.
Sesuai aturan tersebut, negara pengirim jemaah haji yang lokasi hotelnya memiliki jarak sekurang-kurangnya 2.000 meter wajib diberikan transportasi antar jemput dari tempat akomodasi atau hotel ke Masjidil Haram untuk shalat 5 waktu dan beroperasi selama 24 jam penuh.
"Namun demikian, pemerintah Indonesia memberikan kebijakan seluruh akomodasi di Kota Makkah, diberikan layanan transportasi walaupun jaraknya kurang dari 2.000 meter," kata Syaiful kepada tim MCH, beberapa waktu yang lalu.
Syaiful menjelaskan, tahun ini, operasional bus shalawat untuk jemaah haji dilayani enam syarikah dengan armada city bus yang berjumlah 452 unit.
Bus shalawat beroperasi di lima wilayah pemondokan jemaah haji Indonesia meliputi Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Aziziyah dengan jumlah rute sebanyak 23 rute.